alexametrics

Asyiknya Belajar Menulis Artikel dengan Metode Think Pair And Share

Oleh : Nurul Azizah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang menyenangkan adalah solusi pembelajaran yang paling diharapkan siswa dan juga mampu membuat siswa antusias. untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan banyak yang disiapkan dan juga karena faktor –faktor lain. Salah satu faktor penentu metode dan media. Meskipun pada praktiknya tidak selalu lancar seperti yang dialami penulis pada kelas XII (dua belas) mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kesesi masih terdapat siswa yang tampak bosan dan kesulitan memahami apa yang disampaikan di kelas. Hal ini menjadi perhatian penulis untuk menerapkan metode yang dipandang menarik perhatian siswa yaitu Think Pair Share.

Menurut Frank Lyman sebagaimana dikutip oleh Arends (1997), Think Pair Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membentuk variasi suasana diskusi kelas. Beberapa keunggulan model ini adalah think pair share meningkatkan kemampuan siswa karena siswa mengingat dan menyampaikannya kepada siswa lain yang masih dalam kelompokya. Siswa saling menyampaikan idenya dalam menyelesaikan permasalahan bersama dengan teman kelompoknya. Andaikan guru baru saja menyelesaikan suatu penyajian singkat, atau siswa telah membaca suatu tugas, kemudian guru menginginkan siswa memikirkan secara mendalam tentang apa yang dijelaskan atau dialami. Keunggulan model ini adalah think pair share meningkatkan kemampuan siswa karena siswa mengingat dan menyampaikannya kepada siswa lain yang masih dalam kelompokya.

Baca juga:  Cara Menemukan Gagasan Pokok dalam Suatu Paragraf

Ada tiga tahapan dalam model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII dalam materi menulis artikel sebagai berikut , pertama, Thingking. Pada tahap ini guru memberi motivasi terlebih dulu kemudian memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi menulis artikel. Contohnya , apa itu artikel, apa struktur artikel, apa saja unsur kebahasaan dalam artikel, apa tujuan sosial dari artikel . Lalu, Guru memberikan waktu beberapa menit kepada siswa untuk memikirkan jawabannya. Biasanya waktu 3(tiga) menit. Siswa berfikir mencari jawabannya secara mandiri. Kedua,Pairing/berpasangan. Pada tahap ini, Guru memberikan perintah kepada siswa untuk membentuk kelompok dengan cara berpasangan dengan temannya. Siswa mendiskusikan pertanyaan yang sudah diberikan guru pada tahap pertama dengan teman pasangannya. Dalam diskusi tersebut terjadi penyatuan pendapat atas jawaban yang mereka pikirkan. Waktu dalam tahap ini kira-kira 5-7 menit. Yang ketiga,Sharing/berbagi. Pada tahap ini guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya kepada teman-temannya. Penyampaian hasil tugas bisa di depan kelas untuk menghemat waktu. Guru memanggil beberapa kelompok siswa untuk menyampakan hasil jawabannya. kemudian , guru melakukan kesimpulan untuk memastikan bahwa seluruh siswa sudah memahami materi dengan baik dan melakukan refleksi pembelajaran.

Baca juga:  BK Komprehensif di Masa Pandemi Covid-19

Kelebihan model pembelajaran Think Pair Share, setelah penulis amati sebagai berikut, siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, interaksi siswa mudah terjadi dan saling aktif, lebih cepat membentuk kelompoknya karena berpasangan, timbul rasa percaya diri kepada siswa dan melatih siswa untuk berbicara di depan umum. Hal yang perlu diantisipasi pada penerapan metode ini, bergantungnya siswa pada pasangannya dan kalau ada perselisihan yang tidak mau mengalah tidak ada penengahnya. Maka guru perlu siaga untuk mengatur model pembelajaran ini tetap maksimal dan sempurna. (ti1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kesesi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya