alexametrics

Dengan Metode Take and Give Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh : Yeni Yustiani S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas). Dalam proses pembelajaran, terdapat sejumlah pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dan dipilih oleh guru, sehingga dapat dimungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik harus dapat menerapkan berbagai alternatif pendekatan atau metode dalam proses pembelajaran dan memilih media pembelajaran yang sesuai, sehingga akan tercipta suasana yang kondusif untuk keberhasilan proses pendidikan di sekolah.

Hal tersebut berlaku pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada hakekatnya IPA adalah produk, proses, dan sikap. IPA sebagai produk berisi sekumpulan konsep-konsep, prinsip-prinsip, maupun hukum-hukum sebagai hasil penelitian dan pikiran para ilmuan. Selanjutnya IPA sebagai proses berisi sekumpulan keterampilan-keterampilan dasar yang mencerminkan suatu proses IPA (Sutrisno, 2007).

Baca juga:  Problematika Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi

Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN 05 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, ditemukan beberapa permasalahan sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan tersebut antara lain adalah pertama, pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru. Kedua, dalam proses pembelajaran guru tidak menghubungkan materi dengan masalah-masalah kehidupan nyata sehingga siswa hanya menyimak penjelasan dari guru dan terlalu pasif. Ketiga, guru kurang menggunakan media pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran. Keempat, siswa lebih banyak diam dan enggan untuk bertanya apabila menemukan kesulitan atau belum mengerti dengan penjelasan guru. Kelima, siswa ragu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru/siswa lain.
Berdasarkan pemaparan masalah di atas, maka diupayakan usaha untuk memperbaiki pembelajaran tersebut. Upaya yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah penerapan proses pembelajaran yang mengupayakan siswa aktif dan mampu membangun pengetahuan yang akan menjadi miliknya. Karena itu, metode yang tepat dan sejalan dengan karakteristik masalah adalah Take and Give.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Peristiwa Alam dengan Metode Picture and Picture

Metode pembelajaran Take and Give (menerima dan memberi) merupakan metode pembelajaran yang memiliki langkah-langkah yang menuntut siswa untuk mampu memahami materi pelajaran yang diberikan guru dan teman sebayanya (Suyatno, 2009). Menurut Hanafiah dan Suhana (2009), dalam pembelajaran kooperatif tipe Take and Give ini siswa diajak untuk berpikir dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru.

Menurut Shoimin (2014) kelebihan metode pembelajaran Take and Give sebagai berikut, 1) peserta didik akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi, karena mendapatkan informasi dari guru dan peserta didik yang lain. 2) Dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan peserta didik akan informasi. 3) Meningkatkan kemampuan untuk bekerjasama dan bersosialisasi. 4) Melatih kepekaan diri, empati melalui variasi perbedaan sikap dan tingkah laku selama bekerja. 5) Upaya mengurangi rasa kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri. 6) Meningkatkan motivasi belajar, sikap dan tingkah laku yang positif serta meningkatkan prestasi belajarnya.

Baca juga:  Belajar Bahasa Inggris Menjadi Mudah dan Menyenangkan dengan Google Sites

Peningkatan hasil belajar terjadi karena, pembelajaran yang menerapkan metode Take and Give dapat mengubah pembelajaran yang awalnya hanya berpusat kepada guru dan menjadi pembelajaran berpusat siswa. Penerapan metode pembelajaran Take and Give mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 05 Kebondalem, metode Take and Give dapat menjadikan pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa akan lebih aktif dan mampu membangun pengetahuan yang akan menjadi miliknya.

Selain itu, siswa lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan temannya. Hal ini membuat siswa belajar bermakna sehingga berdampak terhadap perolehan hasil belajar siswa. (ti2/ida)

Guru SDN 05 Kebondalem, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya