alexametrics

Suka Duka Pembelajaran ala Pandemi

Oleh : Lasih, S. Pd. SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Meningkatnya angka penyebaran Covid 19 menyebabkan pemerintah daerah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wacana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan awal 2021 pun harus ditunda kembali.

Gagalnya tatap muka dalam proses pembelajaran harus memaksa guru untuk lebih kreatif lagi dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh atau BDR (Belajar Dari Rumah). Bagi sebagian guru yang dapat menguasai IT tentu pembelajaran daring tidak menjadi kendala. Mereka justru akan mengajak siswa untuk lebih berkreatif dalam pemanfaatan penggunaan internet.

Keberhasilan pembelajaran daring tidak lepas dari kolaborasi kerjasama antara guru, siswa dan orang tua. Mereka harus saling berkolaborasi dalam pembelajaran. Terutama pada pembelajaran daring di kelas 1 SD. Tanpa adanya dukungan dari orang tua, guru akan sangat mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran pada siswa.

Baca juga:  Menggunakan Bekas Kaset CD sebagai Pengenalan Waktu

Hal itu disebabkan karena siswa kelas 1 banyak yang belum mempunyai handphone sendiri. Sedangkan pembelajaran daring mengharuskan siswa menggunakan handphone. Sebab guru akan menyampaikan materi pembelajaran berupa penjelasan dan pemberian tugas dengan media video pembelajaran yang biasanya akan dikirim melalui Whattsapp group.

Dalam pelaksanannya guru sering mengalami banyak kendala baik yang berasal dari guru itu sendiri maupun dari siswa ataupun orangtua siswa. Pada awalnya saat guru menyampaikan materi pembelajaran berupa video pembelajaran ke siswa, orangtua sangat bersemangat membantu putra-putri mereka dalam memahami materi pembelajaran yang telah disampaikan oleh gurunya. Peserta didik juga masih antusias untuk belajar dengan menggunakan handphone.

Namun seiring berjalannya waktu ada banyak keluhan-keluhan yang disampaikan oleh orangtua. Sebagian besar dari mereka merasa sangat kerepotan dan kewalahan jika setiap hari harus mendampingi putra-putri mereka dalam pembelajaran daring. Keluhan itu mayoritas berasal dari orangtua yang setiap paginya harus bekerja sehingga mereka tidak bisa mendampingi putra-putrinya dalam pembelajaran daring di rumah.

Baca juga:  Storytelling dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini

Untuk mengatasi masalah tersebut biasanya guru akan memberi kebijakan jika orangtua dapat mendampingi putra- putrinya dalam pembelajaran daring setelah mereka pulang bekerja. Tetapi kenyataannya masih saja ada orangtua yang mengeluh. Ternyata permasalahannya bukan hanya kesibukan dari orangtua siswa saja tetapi dari siswanya itu sendiri. Terkadang ada siswa yang diminta belajar oleh orangtua tidak mau. Apalagi belajar dengan menggunakan handphone, mereka lebih memilih melihat permainan yang ada pada HP daripada menyimak video pembelajaran yang telah diberikan oleh guru mereka.

Dengan adanya pembelajaran daring sekarang ini, kesabaran orangtua benar-benar sangat diuji saat mereka mendampingi putra-putrinya melaksanakan pembelajaran daring. Hal ini sangat dirasakan sekali bagi para orangtua siswa kelas 1 SD yang masih membutuhkan bimbingan ekstra terutama jika putra – putri mereka belum lancar membaca. Banyak dari para orangtua yang mengatakan jika anak-anak mereka ternyata lebih mau mendengarkan perkataan guru daripada orangtua mereka. Dari pengalaman-pengalaman pembelajaran daring itulah pada akhirnya para orangtua dapat memahami betapa beratnya tugas seorang guru dalam mendidik putra-putri mereka. Yang mana guru dituntut tidak hanya dituntut sebagai pengajar, akan tetapi paling tidak sebagai pengajar yang mendidik. (pg1/ton)

Baca juga:  Belajar IPS Kreatif dan Menyenangkan dengan Peta Minda

Guru Kelas I SD Negeri 04 Kaligelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya