alexametrics

Seru-seruan Belajar Acak Kata dan Angka pada Matematika

Oleh : Suswati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan Matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan Matematika dikrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan Matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.

Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Hasil belajar dan aktivitas belajar Matematika di kelas 1 SDN 02 Pekiringanalit belum menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kenyataan ini ditunjukkan dari hasil belajar Matematika pada ulangan pertama materi KD mengenal bilangan pada materi Pengalamanku. Dari hasil ulangan tersebut masih banyak siswa yang hasil belajarnya rendah dan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Rata-rata hasil belajar Matematika siswa pada ulangan harian pertama 62,5, standar ketuntasan belajar minimal mata pelajaran Matematika yang ditetapkan bagi siswa adalah 65.

Baca juga:  Quizizz Solusi Penilaian Harian PTM dan PJJ

Penulis melihat situasi peserta didik dalam berhitung masih rendah dan kurang lancarnya membaca. Maka penulis menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan Metode Scramble modifikasi dengan angka. Metode Scramble seperti halnya model pembelajaran Word Square, yang menggunakan kata-kata sebagai media pembelajaran, bedanya jawaban pertanyaan tidak disusun dalam bentuk kotak jawaban, tetapi jawaban sudah tertulis dalam susunan huruf dan angka yang acak. Sebagaimana yang dikatakan Shoimin (2014: 166) model pembelajaran scramble merupakan metode yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraf.

Langkah-langkahnya antara lain : Pertama, guru menyajikan materi sesuai dengan topic pembelajaran. Kedua, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 3-5 anak. Ketiga, kemudian guru keluarkan kalimat-kalimat beserta angka yang terdapat dalam wacana tersebut ke dalam kartu-kartu kalimat. Keempat, guru membuat kartu soal beserta kartu jawaban yang di acak nomornya sesuai materi bahan ajar teks yang telah dibagikan sebelumnya dan membagikan kartu soal tersebut. Kelima, siswa dalam kelompok masing-masing mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok, sebelumnya jawaban telah di acak sedemikian rupa. Keenam, siswa diharuskan dapat menyusun kata jawaban yang telah tersedia dalam waktu yang telah ditentukan. Setelah selesai mengerjakan soal, hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan.

Baca juga:  Trik Tingkatkan Motivasi Kinerja Guru

Dalam model pembelajaran scramble atau acak kata modifikasi angka, tidak ada siswa atau anggota kelompok yang pasif atau hanya diam, hal ini dikarenakan setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab untuk keberhasilan kelompoknya. Model pembelajaran scramble membuat siswa lebih kreatif dalam belajar dan berpikir, mempelajari materi secara lebih santai dan tanpa tekanan karena model pembelajaran scramble memungkinkan para siswa untuk belajar sambil bermain. (ce2.2/ton)

Guru Kelas I SDN 02 Pekiringanalit, Kec. Kajen, Kab Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya