alexametrics

RME Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Siswa dalam Belajar Matematika

Oleh : Suladi, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang ideal adalah pembelajaran yang menjadikan para pembelajarnya memperoleh penguasaan konsep tentang apa yang diajarkan. Ketika para pembelajar atau katakanlah peserta didik tersebut menguasai konsep yang diajarkan, maka pelajaran yang diperolehnya akan bermakna baginya dan bahkan berefek bagi orang lain. Semua pembelajaran di setiap jenjang pendidikan formal mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi berorientasi pada hal tersebut, termasuk pembelajaran matematika. Kurikulum 2013 menuntut para guru untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar efektif mencapai target-target yang telah ditentukan.

Untuk itu para guru harus memiliki wawasan yang luas tentang cara, teknik, metode, pendekatan dan strategi belajar mengajar. Karena hal ini merupakan modal utama para guru SD. Guru SD sering juga disebut guru borongan, karena memang dalam tugasnya sehari-hari, guru SD mempunyai kewajiban untuk mengajarkan semua bidang studi ( guru kelas ) kecuali agama dan pedidikan jasmani. Setiap bidang studi memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga dalam cara, teknik, metode, pendidikan dan strategi belajar mengajarnya memerlukan kekhususan. Peserta didik kelas VI SDN 01 Bukur pada materi “Debit” melakukan perombakan metode pembelajaran, berawal dari siswa yang bermalas-malasan belajar matematika.

Baca juga:  Mewujudkan Sekolah Ramah Anak dengan Sarana PPPK

Agar pembelajaran selalu dapat mengikuti perkembangan didalam dunia pendidikan, maka penulis menerapkan metode RME (Relistic Mathematics Education). Yaitu Pengertian Pendekatan Matematika Realistik adalah pendekatan pembelajaran dalam matematika berdasarkan pada Realistic Mathematics Education (RME), yang pertama kali dikembangkan di negeri Belanda pada tahun 70-an oleh Freundenthal. Pada RME pembelajaran matematika bisa bermakna bila dikaitkan dengan kenyataan (realita) dalam kehidupan di masyarakat yang di alami siswa. Selain sebagai suatu proses aktivitas, tidak hanya sebagai suatu produk yang dijadikan bahan ajar. Sementara ini guru memandang matematika hanya sebagai hasil buah pikir manusia pendahulu, kemudian diajarkan kembali kepada manusia lain generasi berikutnya untuk dipelajari dan dimanfaatkan. Guru melaksanakan pengajaran matematika hanya sebagai produk dan bukan matematika sebagai proses.

Baca juga:  Pemanfaatan Papan Stik Es Krim sebagai Media Operasi Hitung Pembagian di Kelas Rendah

Berikut langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan RME: Pertama, Memahami masalah kontekstual. Guru memberikan masalah (soal) kontekstual dan siswa diminta untuk memahami masalah tersebut. Guru menjelaskan soal atau masalah dengan memeberikan petunjuk/saran seperlunya (terbatas) terhadap bagian-bagian tertentu yang dipahami siswa. Kedua, Menyelesaikan masalah kontekstual. Siswa secara individual disuruh menyelesaikan masalah kontekstual pada Buku Siswa atau LKS dengan caranya sendiri. Ketiga, Membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Siswa diminta untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban mereka dalam kelompok kecil. Setelah itu hasil dari diskusi itu dibandingkan pada diskusi kelas yang dipimpin oleh guru. Keempat, kesimpulan. Guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep, definisi, teorema, prinsip atau prosedur matematika yang terkait dengan masalah kontekstual yang baru diselesaikan.

Baca juga:  Belajar Luas Lingkaran dengan Metode REACT

Dengan penerapan metode RME ini dapat menuntun siswa dari keadaan yang sangat konkrit secara realistik melalui media yang familiar dengan siswa. Biasanya siswa dibimbing oleh masalah-masalah kontekstual. Dan siswa diperkenankan untuk masuk ke dalam matematika secara alamiah dan termotivasi. Sehingga peserta didik semakin berminat belajar matematika. (ce3/zal)

Guru SDN 01 Bukur, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya