alexametrics

Belajar PAI dengan Pendekatan Karakter Ubah Perilaku Jadi Terpuji

Oleh : Siti Najihah S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengimami ajaran Islam, yang juga dituntut saling menghormati terhadap penganut agama Islam lain. Mengingat pentingnya pendidikan agama Islam bagi pembentukan akhlak dan kepribadian anak, maka dari itu keluarga yang merupakan pendidikan pertama bagi anak. Keluarga termasuk faktor utama pembentuk kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga sebagai pendidik pertama dalam hal pendidikan anak harus bisa mencontohkan atau mengarahkan kepada hal-hal yang positif.

Munculnya sebuah permasalahan dalam pendidikan agama Islam terutama peserta didik kelas 3 sampai 6, SDN 02 Langkap pada materi pembiasaan akhlak dan budi pekerti yang berkenaan dengan proses pembelajaran. Ini tidak lepas dari sebab-sebab, seperti pendidikan agama yang lebih banyak yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. Padahal pendidikan agama seharusnya lebih berorientasi pada praktisi atau pelaksanaan. Maka tidak heran, ketika banyak siswa yang dapat nilai bagus dalam pelajaran agama, tapi dalam penerapan dan perilaku keseharian malah cenderung menyimpang.

Baca juga:  Asyiknya Belajar IPS dengan Game Moncer

Penulis menerapkan pendidikan karakter pada pembelajaran PAI, karena pendidikan karakter merupakan hal yang paling krusial dalam dunia pendidikan. Pendidikan ini ialah pilar yang menentukan apakah pendidikan dapat bermanfaat atau justru menjadi sebuah malapetaka bagi umat manusia.

Menurut John W Santrock pendidikan karakter merupakan pendidikan dengan pendekatan langsung pada peserta didik dengan tujuan menanamkan nilai moral sehingga dapat mencegah perilaku yang dilarang. Kurangnya pendidikan karakter di dalam kehidupan masyarakat akan membuat seseorang memiliki sikap yang negatif. Contohnya kasus-kasus sosial di masyarakat yang meliputi kekerasan pada anak-anak, pergaulan bebas, pencurian, kekerasan sesual, penyalahgunaan obat terlarang, dan masih banyak lagi lainnya.

Agar perilaku siswa tidak melanggar dari aturan agama, maka penulis menerapkan strategi-strategi dalam pendekatan karakter yaitu, pertama, sosialisasi ke stakeholders, yakni komite sekolah, masyarakat, dan lembaga-lembaga lainnya. Kedua, pengembangan dalam kegiatan sekolah. Ketiga, menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Keempat, pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, pengondisian, dan kegiatan ekstra kurikuler. Kelima, menanamkannya melalui kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat. Pendidikan karakter berhubungan erat dengan psikis individu, dengan pendidikan karakter dapat diajarkan pandangan tentang nilai-nilai kehidupan, contohnya kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, hingga keimanan.

Baca juga:  Metode Demonstrasi Tingkatkan Belajar Asmaul Husna

Pembelajaran dengan pendekatan karakter telah membuahkan hasil positif, mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik pada peserta didik SDN 02 Langkap. Pada dasarnya, tujuan pendidikan karakter di antaranya yaitu dapat mengembangkan kebiasaan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai universal dan tradisi bangsa yang religius, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai penerus bangsa, mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan. (ce3/ida)

Guru PAIBP SDN 02 Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya