alexametrics

Asyiknya Belajar Teks dengan Metode Think Pair Share

Oleh : Sholehuddin,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang mengasyikan sering dipengaruhi kreatifitas guru dalam menggunakan media dan ketepatan penerapan metodenya. Penulis menggunakan metode think pair share pada materi pembelajaran teks kelas III di SD Negeri 01 Pakisputih Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Karena masih terdapat siswa yang bermain di dalam kelas dan bosan mengikuti pembelajaran di kelas.
Hal ini menjadi perhatian penulis untuk mewujudkannya dengan menerapkan metode ini karena dipandang sebagai metode yang dinamis. Menurut Shoimin (2014: 208) dalam pembelajaran think pair share peserta didik diberi kesempatan untuk berfikir sendiri, berdiskusi, saling membantu dengan teman kelompok. Dan peserta didik dapat berbagi informasi kepada teman atau kelompok lain.

Sedangkan menurut Tint dan Nyunt (2015: 02) think pair share adalah model pembelajaran kooperatif yang cocok diterapkan untuk peserta didik yang baru belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif. Sehingga, peneliti dapat menyimpulkan bahwa model cooperative learning tipe think pair share merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengutamakan peserta didik untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Menulis Teks Cerita Inspiratif dengan Batiks

Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat memberikan beberapa keterampilan sosial pada peserta didik. Yakni keterampilan bertanya dan menyampaikan pendapat, keterampilan mengerjakan tugas bersama dengan kelompok. Keterampilan menjadi pendengar yang baik dalam hal mendengarkan penjelasan dari guru dan presentasi dari kelompok lain.

Materi teks mencakup kompetensi dasar dengan ranah pengetahuan mencermati isi teks informasi tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi di lingkungan setempat. Ranah ketrampilan meringkas iformasi tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi secara tertulis menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif.

Indikator capaian belajarnya bahwa siswa mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks dengan tepat. Siswa mampu mengidentifikasi kalimat utama tiap paragraf dari suatu bacaan dengan tepat. Juga mampu menemukan kosakata baru tentang perkembangan teknologi komunikasi dengan benar. Dan siswa mampu menggunakan kosakata tersebut dalam sebuah kalimat dengan tepat.

Baca juga:  Suka Duka Pembelajaran ala Pandemi

Ada tiga tahap dalam model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dalam materi pembelajaran teks di kelas III mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai berikut: pertama, thinking (berpikir). Pada tahap ini guru memberikan beberapa pertanyaan atau masalah terkait materi teks informasi tentang perkembangan teknologi. Memberikan waktu untuk peserta didik berpikir sendiri jawaban dari pertanyaan atau masalah tersebut. Kedua, pairing (berpasangan). Guru meminta peserta didik secara berpasangan dengan teman sekelompok dan mulai mendiskusikan pertanyaan atau permasalahan yang telah diberikan oleh guru dalam waktu tertentu.

Ketiga, sharing (berbagi). Guru meminta perwakilan kelompok untuk presentasi hasil diskusi. Selama proses diskusi berjalan, guru memantau dan mengawasi kerja peserta didik dalam kelompok dan memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik. Di akhir pembelajaran guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil dari pembelajaran.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Belajar IPS Menggunakan Model Picture and Picture

Terdapat beberapa kelebihan dari metode TPS yaitu sangat mengasyikan, mudah diterapkan dalam pembelajaran. Peserta didik diberikan waktu untuk berpikir mandiri. Saat pembelajaran peserta didik lebih aktif, selama proses diskusi peserta didik lebih mudah memahami konsep suatu topik pelajaran. Peserta didik memiliki kesempatan untuk menyampaikan idenya dalam kelompok. (ce2.2/lis)

Guru Kelas III SDN 01 Pakisputih, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya