alexametrics

Pentingnya Kerja Sama Guru, Siswa dan Orang Tua saat Pembelajaran BDR

Oleh d. : Kamsidah, S.PSD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sudah hampir satu tahun ini virus korona (Covid-19) melanda di Indonesia. Awal mula virus ini mewabah di China kemudian sekarang sudah menyebar di seluruh dunia. Semua lapisan masyarakat baik kalangan atas, menengah maupun bawah menanggung dampaknya di berbagai bidang. Baik bidang ekonomi, sosial maupun bidang pendidikan.

Salah satu upaya untuk membatasi dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini maka siswa diharuskan belajar dari rumah (BDR). Dengan adanya wabah Covid-19 ini, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah menyuruh siswanya untuk belajar dari rumah mulai tanggal 17 Maret 2020 awal masuk sekolah sampai sekarang.

Pembelajaran dari rumah ini mempunyai tujuan, prinsip maupun metode secara daring. Pembelajaran daring dilakukann secara online. Dalam proses pembelajaran online yang didukung oleh fasilitas HP para siswa membutuhkan bimbingan baik dari guru, orang tua maupun anggota keluarga yang berpengalaman.

N. Cahyati (2020) berpendapat bahwa orang tua sebagai pengganti guru di rumah dalam mendampingi dan membimbing anaknya selama pembelajaran jarak jauh. SN Khalimah (2020) mengatakan peran orang tua pada pembelajaran daring maupun BDR sangat penting untuk membimbing dan mendampingi saat pelajaran.

Baca juga:  Strategi Experiential Learning Menambah Belajar semakin Percaya Diri

Sedangkan L Haq (2020) menyampaikan guru dan orang tua dalam meningkatkan pembelajaran daring dalam masa pandemi saat ini sangat diutamakan untuk membimbing pembelajaran BDR.

BDR merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru di rumah masing-masing. Dengan belajar di rumah ini diharapkan akan memutus rantai penyebaran penyakit Covid-19. Selama belajar di rumah siswa diharapkan tetap melakukan semua aktivitas dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjalankan 4M yaitu (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan).

Guru harus aktif berkomunikasi pada orang tua/wali dan keluarga siswanya guna mengetahui sampai di mana proses belajar di rumahnya. Kenapa demikian? Seperti yang penulis alami dan rasakan bahwa selama BDR ini murid kelas VI SDN Soronalan 2, Sawangan, Magelang, mengalami kemunduran daya pikirnya.

Baca juga:  Fokus Belajar Hafalan Surat Pendek dengan Metode Demonstrasi

Sulit sekali untuk diajak aktif mengerjakan tugas dari gurunya kalau tidak di home visit (bimbingan di rumah). Tujuan pelaksanaan BDR yang pertama memastikan pemahaman hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19. Kedua melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19. Keempat memastikan pencerahan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

BDR juga mempunyai fungsi yaitu pertama keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, dan kepala satuan. Kedua, untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik tanpa terbebani terutama menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Ketiga aktivitas dan penugasan BDR dapat bervariasi antar daerah. Keempat, hasil belajar peserta didik selama belajar di rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif. Kelima, mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua/wali.

Baca juga:  Pembiasaan Bahasa Santun Bentuk Akhlak Siswa Generasi Z

Adapun metode BDR dapat dilaksanakan melalui dalam jaringan (daring) menggunakan laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring. Melalui luar jaringan (luring) menggunakan televisi, radio, modul pembelajaran mandiri dan lembar kerja bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar dan benda di lingkungan sekitar.

Oleh karena itu kerja sama dan komunikasi antara guru dan orang tua sangat dibutuhkan dan penting sekali untuk mengetahui dan memudahkan kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran BDR.

Komunikasi dilakukan agar guru dapat memberikan solusi terbaik terhadap kesulitan yang dihadapi sehingga orang tua dan siswa tidak merasa terbebani dalam menyelesaikan tugasnya. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam belajar di rumah untuk membimbing dan mendampingi putra-putrinya mengikuti proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 terutama dalam dunia pendidikan. (pm1/lis)

Guru SDN Soronalan 2, Kec. Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya