alexametrics

Belajar IPS Menyenangkan dengan Peraga Puzzle

Oleh: Windarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menurut Nursid Sumaatmadja (2006) tujuan pendidikan IPS adalah membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara. Dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar (SD), seorang guru hendaknya menguasai perbedaan konsep-konsep esensial ilmu sosial dengan ilmu pengetahuan sosial atau studi sosial sehingga upaya membentuk subjek didik sesuai tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai.

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, diharapkan para guru selalu menggunakan beberapa metode dan model pembelajaran yang bervariasi. Namun pada kenyataannya proses pembelajaran saat ini masih ada kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Belum lagi penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan hanya menekankan pada penghafalan semata, semakin menambah daftar panjang alasan siswa merasa enggan menimba pengetahuan. Hal ini yang penulis alami di SD Negeri Bandongan 4, keaktifan siswa masih rendah pada pelajaran IPS materi peta wilayah kabupaten/kota.

Baca juga:  Mudah Pahami Hardware Komputer dengan AZ Screen Recorder di G-Class

Penggunaan media puzzle dalam pembelajaran IPS materi peta wilayah kabupaten/kota dapat menjadi alternatif agar siswa tertarik dan keaktifan meningkat. Selain untuk mengkonkretkan konsep yang terdapat dalam pembelajaran, puzzle diharapkan dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar.

Media puzzle dalam pembelajaran IPS memiliki beberapa keuntungan yaitu dapat meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial, menghilangkan sikap egois, membangun persahabatan dan belajar mengenai sikap, keterampilan, serta perilaku sosial.

Puzzle merupakan bentuk permainan yang menantang daya kreativitas dan ingatan siswa lebih mendalam dikarenakan munculnya motivasi untuk senantiasa mencoba memecahkan masalah, namun tetap menyenangkan sebab bisa diulang-ulang. Menurut Adenan (1989) puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Puzzle dan games bisa jadi ajang motivasi diri karena menawarkan sebuah tantangan sebagaimana halnya teka-teki untuk dipecahkan hingga berhasil.

Baca juga:  Trik Jitu Menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum bagi SD

Yang perlu dipersiapkan guru sebelum pembelajaran adalah perencanaan. Pada tahap ini meliputi membuat perencanaan pengajaran, mempersiapkan alat peraga, membuat lembar observasi dan mendesain alat evaluasi. Sedangkan pada kegiatan pelaksanaan yang dilakukan guru yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan membuat RPP dengan KD: membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota) dengan memperhatikan simbol-simbol warna pada peta, menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan berupa potongan gambar puzzle, menyiapkan soal tes dan lembar penilaian.

Langkah selanjutnya guru membagi potongan gambar puzzle pada kelompok untuk dirangkai menjadi gambar utuh berupa peta kabupaten/kota. Kelompok berdiskusi mengerjakan lembar kerja dari guru. Hasil observasi penggunaan media puzzle, sebagian besar siswa sudah dapat meningkatkan aktivitas dalam mengikuti pembelajaran. Suasana dalam kelas aktif dalam diskusi kelompok dalam menyelesaikan tantangan puzzle. Dan pada akhirnya nilai klasikal siswa semakin meningkat. (pm1/lis)

Baca juga:  Belajar PBO Lebih Menyenangkan dengan Alice

Guru Kelas SD Negeri Bandongan 4, Kec. Bandongan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya