alexametrics

Meningkatkan Mutu Lulusan melalui Bengkel STEMA

Oleh : Sri Suwarno, S.Pd.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 meliris bahwa penyumbang terbesar angka pengangguran di Indonesia berasal dari lulusan SMK, sebanyak 11,41 persen. Hal ini merupakan masalah serius yang dihadapi sekolah vokasi khususnya SMK. Secara umum ada semacam miss match antara supply dan demand side. Yakni masih adanya kesenjangan antara mutu lulusan dengan kebutuhan dari IDUKA (industri, dunia usaha dan dunia kerja).

Lulusan SMk dianggap belum siap untuk memasuki dunia kerja. Rendahnya mutu lulusan tersebut berakibat keterserapan lulusan di industri masih rendah sehingga banyak lulusan yang menganggur. Rendahnya mutu lulusan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya: kualitas, kuantitas, sarana prasarana dan soft skill.

Dari segi kualitas disebutkan lulusan SMK banyak yang belum siap kerja, belum sesuai kebutuhan industri. Secara kuantitas lulusan SMK dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak. Tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja.

Sedangkan dari sarana dan prasarana di sekolah terbatasnya ruang praktik, terbatasnya alat praktik yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Membuat Kalimat Tanya dengan Dadu

Kemajuan teknologi informasi di industri tidak dapat langsung diikuti oleh sekolah. Misalnya laboratorium bengkel servis untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) yang tidak bisa segera up to date di industri dan di masyarakat sudah beredar mobil matic tetapi di sekolah mesin mobil yang dipakai untuk praktik siswa masih karburator/konvensional.

SMK Negeri 5 Semarang menawarkan solusi untuk mengurangi bahkan menghilangkan kesenjangan tersebut dengan cara mendirikan usaha bengkel untuk praktik siswa yang disebut “BENGKEL STEMA”.
Usaha bengkel meliputi tiga bidang yaitu cuci mobil/motor, body repair dan servis. Servis mobil meliputi tune up, ganti oli, kelistrikan, check engine, over hole, rem kopling, power stering, kaki-kaki, cek aki dan AC. Bengkel tersebut digunakan sebagai tempat praktik siswa kelas XI dan XII kompetensi keahlian TKRO.

Bengkel STEMA dengan slogan “Bisa Puas” diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 November 2020 oleh Lilik Rachmawati, kepala seksi SMK Cabdin 1 didampingi Sri Suwarno, Kepala Sekolah beserta stake holder (komite sekolah, industri, lurah setempat, perwakilan orang tua, masyarakat) serta disaksikan oleh guru, karyawan dan perwakilan siswa. Sampai sekarang sudah puluhan mobil dan motor yang melakukan servis di bengkel STEMA, mulai dari siswa, guru, karyawan dan masyarakat umum. Agar lebih dikenal oleh masyarakat maka model pemasaran selain face to face, poster, baliho juga melalui media sosial yang ada seperti FB, WA dan IG.

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Card Short Tingkatkan Hasil Belajar PPKn

Bengkel STEMA sekaligus sebagai unit produksi sekolah. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yang menyatakan, “untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional”.

Jika biasanya siswa praktik di laboratorium bengkel sekolah dengan cara simulasi, maka di bengkel ini siswa dapat langsung praktik yang sesungguhnya. Karena sifatnya praktik maka siswa selalu dipandu oleh expert/teknisi yang sudah berpengalaman yang berasal dari praktisi dari IDUKA.

Teknisi yang sudah menjalin kerja sama dengan bengkel STEMA berperan sebagai intruktur, mentor dan sekaligus jadi quality control dari pekerjaan servis siswa. Teknisi selalu mendampingi siswa selama praktik. Hasil dari pekerjaan siswa harus terstandar kualitasnya untuk menjaga mutu hasil servis di mata customer.

Baca juga:  PTMT dan PJJ Terpadu Berbasis Aplikasi K-SMART OFA

Selama pandemi bengkel STEMA tetap melayani customer baik internal maupun eksternal. Usaha bengkel ini memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai tempat praktik bagi guru, siswa, sebagai sarana pembelajaran sesungguhnya di luar kelas. Juga sebagai tempat transfer pengetahuan dan keterampilan sekaligus mendatangkan penghasilan sebagai pendukung kegiatan operasional praktik di bengkel dan manfaat bagi sekolah dapat meningkatkan branded sekolah.

Harapan ke depan semoga unit produksi bengkel STEMA SMK Negeri 5 Semarang tetap eksis, tetap survive semakin maju dan bisa menjadi inspirasi bagi kompetensi keahlian lain di sekolah atau di luar sekolah. (lbs1/lis)

Kepala SMK Negeri 5 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya