alexametrics

Lingkungan Sekitar sebagai Modal Menulis Puisi

Oleh : Harliana Mike Rusfita

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Kelima).

Masa pandemi covid 19 sekarang menjadikan anak-anak lebih banyak di rumah bersama keluarga daripada bersama guru-guru dan teman-temannya. Pembelajaraan pun melalui daring, sehingga anak-anak mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas tersebut melalui online.

Sebagai wujud keaktifan siswa SMP Negeri 1 Ambarawa kelas 8, dalam pembelajaran puisi di masa pandemi yang belum tahu pasti kapan ujungnya. Namun siswa diharapkan mampu untuk menulis puisi sesuai situasi dan kondisi yang ada di lingkungan sekitarnya. Hal ini untuk memudahkan siswa dalam menyampaikan aspirasi dalam mengungkapkan isi hati tentang apa yang mereka dengar, mereka lihat, dan mereka rasakan.

Baca juga:  Blended Learning Solusi Pembelajaran Daring Materi Salat Berjamaah

Dalam menulis puisi yang mengacu lingkungan sekitar rumahnya, kita bisa memberikan tema bebas, sehingga siswa bisa leluasa mengungkapkan pengalamannya. Meskipun bertema bebas, namun kita sampaikan bahwa puisi yang mereka tulis tidak terlepas dari unsur-unsur intrinsik yang ada dalam puisi, sehingga puisi yang mereka tulis bisa membangunkan rasa yang lebih indah dan menyentuh hati pembaca.

Kita bisa mengarahkan ke peserta didik kita, bahwa penulisan puisi yang ada di sekitar rumah merupakan pengalaman pribadi yang mereka lakukan sehari-hari. Misalnya, anak-anak bisa ikut orang tuanya ke sawah, ikut orang tuanya berjualan di pasar, membantu orang tuanya membuat batu bata, membantu membersihkan rumah, atau membantu menanam bunga. Dengan aktivitas yang anak-anak lakukan, maka sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Maksudnya, di samping anak-anak membantu orang tuanya dan meringankan pekerjaan orang tuanya, mereka juga bisa melaksanakan pembelajaran puisi.

Baca juga:  Perpaduan PJJ, Pembejaran Berbasis Aktivitas di Masa Pandemi

Dari pengalaman pribadi yang mereka rasakan, mereka lihat, dan mereka dengar, anak-anak bisa memulai menulis menuangkan ungkapan hatinya lewat puisi. Siswa yang ikut ke sawah, mereka bisa mengungkapkan dengan kalimat, hamparan padi yang hijau bagai permadani, gubuk di tengah sawah sebagai tempat melepas dahaga, dan masih banyak lagi kalimat-kalimat puisi yang berkaitan dengan pemandangan di sawah. Kemudian siswa yang ikut orang tuanya ke pasar, mereka bisa mengungkapkan suasana keramaian orang berlalu lalang di pasar, penjual menawarkan barang dagangannya dan pembeli menawar dagangan yang dibelinya. Sedangkan siswa yang membantu orang tuanya membuat batu bata, mereka bisa menuliskan tanah liat sebagai sumber kehidupan keluarga dan berbagai kalimat lain yang berkaitan dengan tanah liat. Siswa yang membantu membersihkan rumah bisa mengungkapkan rutinitasnya dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, kemucing mengusir debu yang menempel di meja, Sapu mengusap langit-langit yang berada di sudut tembok. Dan siswa yang membantu menanam bunga, anak-anak bisa mengungkapkan betapa elok bunga yang berwarna-warni, sekaligus mengingat betapa AgungNya Sang Pencipta.

Baca juga:  Reciprocal Learning dalam Penguasaan Kegiatan Ekonomi

Menulis puisi dengan tema bebas tentang lingkungan yang ada di sekitar dan aktivitas sehari-hari akan mempermudah pemahaman siswa dalam menerima materi pembelajaran puisi pada siswa kelas 8. (lbs1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya