alexametrics

Cerdas Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh dengan WAG dan FBG

Oleh : Rusmini, S.Pd SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada tahun ini seluruh dunia terkena wabah Covid-19 salah satunya Indonesia. Sejak pertengahan Maret 2020, proses pembelajaran yang semula berlangsung di sekolah berpindah ke rumah. Permasalahan tersebut tidak menyurutkan institut pendidikan beserta jajarannya, termasuk yang dilakukan penulis. Bukan pembelajaran tatap muka melainkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sistem PJJ membuka akses terhadap pendidikan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Saat ini pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan melalui online dapat menggunakan perangkat personal computer (PC) atau laptop dan juga handphone Android yang mampu terhubung dengan koneksi jaringan internet. Perangkat yang paling sering digunakan selama proses pembelajaran dimasa pandemi ini adalah handphone Android (smartphone).

Salah satu aplikasi yang paling sering digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh adalah WhatsApp. Pada saat sebelum pandemi, materi kelas V tema 6 di sampaikan secara tatap muka, untuk melanjutkan materi dan penugasan tema selanjutnya, penulis melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi Whatsapp group.

Baca juga:  E-Learning dengan Media Web Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Ada beberapa tipe penugasan yang penulis gunakan, diantaranya penugasan dengan mengirimkan pesan suara atau rekaman suara. Tipe penugasan ini biasanya penulis terapkan untuk pembelajaran SBDP yaitu menyanyi. Penugasan dengan tipe mengirimkan rekaman video dan foto. Penugasan tipe ini penulis gunakan untuk materi yang memerlukan praktek atau percobaan, seperti materi IPA tema 7 subtema satu pada pembelajaran pertama, materi tersebut membahas mengenai pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda.

Group WA, tak hanya pesan teks saja yang masuk namun terkadang terdapat pula kiriman file baik berupa foto, video, stiker, dokumen, atau GIF yang akan secara otomatis terunduh. Jenis pesan-pesan multimedia tersebut memiliki ukuran file yang jauh lebih besar dibanding pesan teks biasa. Belum lagi, sebagian besar pengguna WhatsApp setidaknya tergabung dalam dua grup WhatsApp atau bahkan lebih. Dengan semakin banyak grup yang diikuti, akan semakin banyak file-file multimedia yang terunduh dan tentunya akan memakan ruang memori perangkat. Imbasnya, apabila file-file tersebut tak rajin dibersihkan atau dihapus akan berakibat pada menurunnya performa dan kinerja smartphone. Kendala ini dirasa pula oleh penulis dalam pemanfaatan whatsapp group melalui smartphone. Untuk menjembatani permasalahn tersebut. Penulis menemukan solusi yang dirasa cukup solutif, yaitu dengan membuat Facebook Group (FBG) untuk mengirimkan rekaman video pembelajaran tanpa khawatir data akan corrupt dan perangkat menjadi “lemot”.

Baca juga:  LKPD Membantu Siswa Pahami Sifat Sifat Bangun Ruang

Di dalam facebook group dapat digunakan untuk men-share materi (tulisan singkat, link, gambar, video dan seebagainya) tanpa khawatir akan memakan kapasitas memori dan penurunan kinerja smartphone maupun PC. Dalam hal ini akun facebook yang digunakan oleh peserta didik dari penulis adalah akun facebook wali murid atau orang tua. Dikarenakan penulis adalah guru sekolah dasar, dan peserta didik dari penulis adalah anak-anak di bawah umur yang belum memenuhi syarat umur untuk membuat akun facebook. Dalam artikel ini ditekankan dalam penggunaan whatsapp group (WAG) dan facebook group (FBG) sebagai media yang di gunakan secara komplementer, yaitu penggunaan yang saling melengkapi. (lbs1/ton)

Guru Kelas SDN 02 Rejosari Brangsong, Kabupaten Kendal

Baca juga:  Kembangkan Teks Fiksi Masa Pandemi melalui Konsep Quantum Learning

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya