alexametrics

Model Home Visit Lebih Efektif pada Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh : Khabibatul Ula S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu dampak pandemi Covid-19 pada dunia pendidikan adalah sistem pembelajaran klasikal. Seperti biasa, tidak dapat dilaksanakan karena terkendala oleh protokol kesehatan penanganan Covid-19. Untuk mengantisipasi hal ini, pembelajaran online harus dilakukan. Ini menghasilkan perubahan dalam proses pembelajaran seperti kemungkinan tidak ada guru di kelas.

Pembelajaran online tidak lagi tergantung pada guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja. Proses pembelajaran tidak lagi dalam bentuk komunikasi verbal antara guru dan peserta didik. Untuk mencapai kesuksesan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan didukung oleh penggunaan internet sebagai bagian integral di dalamnya.

Pembelajaran online, membutuhkan manajemen yang baik dan optimal, untuk memastikan bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pembelajaran online memiliki banyak permasalahan di antaranya infrastruktur, jaringan, kemampuan untuk menggunakan IT dan keterbatasan georafis. Untuk itu, seluruh stakeholder pendidikan perlu menyiapkan infrastruktur yang dapat menghasilkan efektivitas dan efisensi pembelajaran online di tengah pandemi Covid-19. Hal ini yang membuat penulis memilih metode pembelajaran yang efektif untuk siswa kelas VI SDN 02 Mayangan, supaya peserta didik bisa terus terpantau secara langsung. Karena 50 persen rata-rata siswa tidak mempunyai android sendiri.

Baca juga:  Sederhananya Metode Plus dapat Menarik Siswa untuk Bersemangat Belajar

Dalam materi dan keadaan tertentu penulis menerapkan model yang disesuaikan. Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif ini. Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi Covid-19. Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana. Kali ini penulis menerapkan metode “Home Visit” dengan maksud siswa dapat aktif dalam kegiatan belajar. Seperti halnya metode yang lain, home visit merupakan salah satu opsi pada metode pembelajaran saat pandemi ini. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit di rumah pelajar dalam waktu tertentu.

Baca juga:  Belajar Energi, Aktif dengan Bereksperimen

Tahapan-tahapan pelaksanaan layanan kunjungan rumah (home visit) adalah salah satu teknik pengumpul data dengan jalan mengunjungi rumah siswa untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa dan untuk melengkapi data siswa yang sudah ada yang diperoleh dengan tehnik lain (WS Winkel, 1995:76). Kunjungan Rumah (P4) adalah upaya yang dilakukan konselor untuk mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan anak/individu agar mendapat berbagai informasi yang dapat digunakan lebih efektif. Atau langkah-langkahnya sebagai berikut, dalam pembelajaran home visit, guru melakukan pembelajaran daring via media sosial seperti dalam aplikasi WA. Kemudian siswa diminta untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan menyelesaikannya dari rumah.

Baca juga:  Permainan Tradisional Boi-Boinan Tingkatkan Keterampilan Gerak

Home visit memiliki kelebihan karena guru bisa berinteraksi langsung dengan orang tua siswa. Menggali informasi sekaligus mengukur tingkat komitmen mereka terhadap pendidikan anak mereka. Sehingga memungkinkan adanya sinergi yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan siswa. Dampak pembelajaran dengan home visit sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar. (ce2.2/ida)

Guru SDN 02 Mayangan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya