alexametrics

Mengembangkan Kreativitas dan Kecerdasan Anak Sejak Dini

Oleh : Jumariah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Generasi muda penerus bangsa terletak pada anak anak yang sekarang ini berada dalam bimbingan guru di pendidikan dasar.Yaitu di pendidikan anak usia dini (PAUD) sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Orang tua, guru dan masyarakat berperan penting untuk mempersiapkan dan memfasilitasinya. Sebagai guru kita harus selalu memahami dan mengerti betul akan karakteristik peserta didik yang sebagai objek kita dalam beraktualisasi. Kita bisa merujuk dan memperhatikan pendapat Howard Gardner dalam bukunya berjudul Multiple Intelligences yang mengatakan skala kecerdasan yang selama ini ternyata memiliki banyak keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang.

Ada delapan kecerdasan yang disampaikan. Yaitu kecerdasan matematika dan logika, bahasa, musikal, visual spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Kecerdasan tersebut sebaiknya kita fahami sebagai tolok ukur kita sebagai pendidik.

Baca juga:  Serunya Belajar Organ Pernafasan dengan Metode Snowball Throwing

Kecerdasan matematika dan logika memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berpikir menurut logika memahami dan menganalisis angka angka serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir pada anak anak.

Kecerdasan bahasa memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata. Baik secara tertulis maupun lisan dalam bebagai bentuk yang berbeda untuk mengeskpresikan gagasan gagasan yang dimilikinya. Anak dengan kecerdasan bahasa yang tinggi ditandai dengan kesenangannya dalam kegiatan membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara.

Lain halnya pada kecerdasan musikal yang memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara suara nonverbal yang berada di sekelilingnya. Termasuk suara suara nada dan irama. Anak-anak sejenis ini cenderung senang sekali dengan mendengarkan nada dan irama yang indah.

Pada kecerdasan visual spasial memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara objek dan ruang. Anak anak semacam ini memiliki kemampuan misalnya untuk mencipta imajinasi yang terbentuk dalam pikirannya. Juga mempunyai kemampuan untuk mencipta bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan.

Baca juga:  Mempermudah Pahami Teks Eksplanasi dengan Metode SQ3R

Kecerdasan kinestetik memuat kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul pada salah satu cabang olah raga misalnya bulu tangkis, sepak bola, tenis, renang, basket, voli, takraw.

Kecerdasan interpersonal adalah anak yang mampu menunjukkan kemampuan untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya . Kecerdasan semacam ini juga sering disebut kecerdasan sosial yang mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya.

Kecerdasan intrapersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri sendiri. Ia cenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Anak-anak semacam ini senang melakukan instropeksi diri, mengoreksi kekurangan dan kelemahannya. Kemudian mencoba untuk memerbaiki diri.

Baca juga:  Ajak Siswa Berpikir Kritis dengan Metode Example Non Example

Kecerdasan naturalis yaitu kemapuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, hutan, dan sebagainya. Anak anak ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda di angkasa.

Dengan memahami berbagai kecerdasannya, kita lebih tahu dan mudah mengarahkan peserta didik. Kita menyadari anak didik bisa berkembang bakat dan keterampilannya berkat pemahaman kita sebagai guru untuk menjembatani siswa berkembang. (bw2/lis)

Guru SDN 1 Wonosari, Pegandon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya