alexametrics

Kepala Sekolah Harus Inovatif di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Romadi, S.Pd., M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak pemerintah menetapkan status pembatasan skala besar untuk memutus dan menghambat penyebaran Covid-19 dan menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada semua tahap pendidikan di Indonesia mulai jenjang prasekolah sampai jenjang perguruan tinggi. Hal ini menjadikan perubahan yang besar bagi pendidikan di Indonesia. Kejadian ini merupakan sesuatu yang baru bagi guru sebagai pendidik maupun peserta didik.

Sistem pembelajaran yang mengubah cara konvensional atau tatap muka secara langsung di kelas atau ruangan tertentu menjadi pembelajaran dalam jaringan/online memerlukan kreativitas dan inovasi, supaya pembelajaran berjalan sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Kepala sekolah adalah tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran. Kepala sekolah merupakan orang yang mempunyai kapasitas lebih dalam menentukan arah dan tujuan sekolah menuju suatu keberhasilan melalui inovasi-inovasi yang diaplikasikan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah akan dianggap sukses jika output/hasil di sekolah yang dipimpin dapat dihargai oleh masyarakat.

Baca juga:  Pahit Manis Belajar di Tengah Pandemi

Jadi inovasi kepala sekolah merupakan suatu ide baru dari kepala sekolah untuk mencapai tujuan atau memecahkan masalah tertentu yang ada di sekolah, inovasi dapat juga digunakan sebagai senjata sekolah dalam memajukan mutu sekolah tersebut.

Sekolah unggul adalah sekolah yang dikembangkan secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah untuk mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Munculnya sekolah unggul berangkat dari keinginan untuk menciptakan sekolah yang menjadi central for exellence untuk mempersiapkan SDM yang siap pakai untuk masa depan.

Adapun inovasi yang sudah penulis lakukan di SD Negeri 01 Wringinagung, Kabupaten Pekalongan, sebagai berikut: pertama menerapkan literasi media daring dalam kegiatan pembiasan literasi untuk mengeksplorasi kompetensi dasar pembelajaran. Kedua semua guru sudah memiliki google form untuk menyampaikan tugas berbentuk tulisan, gambar, hasil belajar kelompok atau perorangan, portofolio, dan tes lisan menggunakan aplikasi safe video call di WA. Ketiga melaporkan kehadiran peserta didik secara online setiap hari melalui WA grup orang tua peserta didik. Keempat melaporkan kemajuan belajar peserta didik baik akademik, perilaku dan sikap melalui digital eraport, WA, dan dokumen kepada orang tua

Baca juga:  Kendala Dasar PJJ sebagai Implementasi Pembelajaran yang Sebenarnya

Mudah-mudahan inovasi yang penulis buat dapat berguna khususnya untuk rekan guru SD Negeri 01 Wringinagung dan dapat diterapkan kepada anak-anak didiknya di kelasnya masing-masing. Sangat diperlukan keterlibatan oleh berbagai pihak baik warga sekolah maupun masyarakat dengan tujuan supaya dalam merealisasikan suatu inovasi dapat berjalan secara optimal, sehingga sekolah akan lebih baik dan dapat menjadi sekolah unggul. (bw2/lis)

Kepala SD Negeri 01 Wringinagung, Kec. Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya