alexametrics

Perpaduan GCR dan WA Jadi Alternatif Pembelajaran Seni Budaya

Oleh : Sjam Hidajat S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GURU dituntut mampu mencari alternatif pemecahan dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19. Terutama harus bisa memilah dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat. Sebab, di tengah keterbatasan interaksi langsung, menimbulkan persoalan yang kompleks.

Bersyukur saat ini banyak ragam aplikasi yang bisa memperlancar pembelajaran. Namun guru harus memperhatikan aplikasi yang tepat untuk diterapkan di sekolah. Salah satunya memanfaatkan Google Class Room (GCR) yang dipadukan dengan WhatsApp (WA). Keduanya aplikasi tersebut cukup familiar di kalangan siswa maupun orang tua siswa, sehingga guru lebih mudah melakukan koordinasi dan komunikasi tugas–tugas sekolah.

Kedua aplikasi tersebut cukup efektif dalam pembelajaran seni budaya yang lebih banyak menampilkan hal–hal bersifat visual seperti foto, gambar, dan video. Bahkan pada GCR terdapat fitur yang dapat memfasilitasi layanan tersebut. Contohnya yang berkaitan dengan seni rupa, siswa dapat membuat poster. Untuk mengetahui tugas tersebut dikerjakan sendiri dengan jujur, maka guru bisa meminta siswa merekam proses pembuatannya melalui fitur video. Kemudian, hasilnya dikirimkan kepada guru lewat GCR.

Baca juga:  Memaksimalkan Penggunaan Smartphone dan Internet dalam PJJ Bahasa Inggris

Sedangkan untuk pelajaran seni tari, siswa harus memperagakan gerak dasar tari pada gerakan tangan ataupun gerakan kaki saat menirukan tarian tradisional. Peragaan seni ini juga direkam dan dikirimkan kepada guru melalui fasilitas pengiriman video di GCR. Demikian pula dalam pembelajaran seni teater, bisa direkam dengan ponsel dan dikirimkan ke dalam fitur GCR.

Dari situlah guru dan siswa akan lebih banyak terbantu dalam menjalankan proses kegiatan yang dilakukan. Pembentukan kelas pada GCR sudah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu melayani sesuai kebutuhan dalam proses belajar. Di antaranya pelayanan presensi, penyajian materi, dan tugas dengan sistimatis sampai dengan pembuatan soal–soal baik yang berupa pilihan ganda sampai yang bersifat uraian.

Baca juga:  Memahami Luas Permukaan Balok dengan Media Ketela

Kendati begitu, terkadang siswa menemui kendala di lapangan. Contohnya saat siswa hendak mengirimkan data hasil karya berupa gambar, foto lukisan dalam bentuk video, ternyata sinyalnya kurang mendukung. Karena itu, guru perlu memadukannya dengan aplikasi lain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yakni dengan WA. Selain mudah dan ekonomis, sudah familiar di kalangan masyarakat. Apalagi WA sekarang dilengkapi fitur tak hanya untuk menelepon, tapi juga bisa untuk video call. Dengan demikian, kendala dalam pengunaan GCR bisa diatasi.

Termasuk, ketika guru menyampaikan materi melalui petunjuk tulisan, bisa diperjelas dan memandunya melalui layanan rekam suara. WA juga bisa membantu menginformasikan secara cepat dengan membuat grup-grup kelas sesuai dengan jumlah kelas yang diampu guru. WA juga memiliki fitur yang bisa digunakan untuk mendeteksi siswa yang belum masuk kelas secara cepat. Ketika kesulitan menghubungi siswa, bisa langsung menelepon orang tua wali murid dengan meminta nomor handphone dari siswa melalui GCR terlebih dahulu. Dengan WA dapat pula membuat grup wali murid yang bisa digunakan sebagai media menyampaikan informasi secara kolektif berkaitan dengan pengumuman atau memberi masukan untuk wali murid berkenaan dengan permasalahan putra-putrinya saat mengikuti PJJ. Tentu menghemat banyak waktu dan biaya.

Baca juga:  Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Asyik melalui Praktik di Lingkungan Sekolah

Kesimpulannya dengan pengunaan aplikasi GCR yang dipadukan dengan WA dalam pembelajaran seni budaya secara PJJ merupakan alternatif yang efektif dan ekonomis bagi pendidik dalam menjalankan proses KBM seni budaya dimasa pandemi Covid-19. (kb4/ida)

Guru Seni Budaya SMA MTA Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya