alexametrics

Mengenal Konsep Bilangan pada Anak TK melalui Gambar Angka Berseri

Oleh : Siti Zulaihah, S. Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peningkatan mutu pendidikan anak sangat penting. Anak perlu pemahaman yang mendasar mengenai pengembangan diri terutama yang terjadi dalam proses pembelajaran. Anak harus dibekali konsep dasar terlebih dahulu, agar mereka mampu memahami apa yang akan dipelajari berikutnya. Anak taman kanak-kanak adalah anak yang berusia antara 4-6 tahun. Mereka belum mengenal huruf maupun bilangan. Untuk membelajarkan konsep bilangan pada anak, seorang guru atau pendidik perlu menggunakan media. Tujuannya adalah menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar.

Menurut Ahmad Rohani, media adalah segala sesuatu yang dapat diindera yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi dan proses belajar mengajar. Jadi media bisa dikatakan sarana/alat pembelajaran. Sedangkan media pembelajaran adalah alat-alat bantu yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar, mulai dari buku sampai penggunaan perangkat elektronik di kelas (https://salamadian.com/pengertian-media-pembelajaran/).

Baca juga:  Belajar Materi Praaksara dengan Picture and Picture dalam Video

Anak taman kanak-kanan (TK) adalah anak usia bermain, jadi mereka belajar pun harus seakan seperti bermain. Gambar angka berseri akan sangat cocok digunakan oleh guru taman kanak-kanak sebagai alat permainan sekaligus media pembelajaran. Karena menarik bagi anak dalam belajar mengenal konsep bilangan atau angka. Media gambar berseri adalah media pembelajaran yang digunakan oleh guru yang berupa gambar datar yang mengandung cerita, dengan urutan tertentu sehingga antara satu gambar dengan gambar yang lain memiliki hubungan cerita dan membentuk satu kesatuan (https://media.neliti.com/media/publications/253125-penggunaan-media-gambar-berseri-untukmen-d25d35be.pdf).

Kecerdasan kognitif berhitung anak adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kemampuan berhitung adalah kemampuan menggunakan angka perhitungan, pola pemikiran logis, dan ilmiah.

Baca juga:  Kenalkan Keaksaraan Awal melalui Bermain dengan Media Gambar

Perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor kematangan dalam belajar. Apabila anak sudah menunjukkan masa peka (kematangan) untuk berhitung maka orang tua atau guru harus tanggap untuk memberikan layanan dan bimbingan sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi dan tersalurkan.

Pembelajaran pada anak TK pada dasarnya adalah bermain. Sesuai dengan karakteristik anak TK yang bersifat aktif dalam melakukan berbagai eksplorasi terhadap lingkungannya maka aktivitas bermain merupakan bagian dari proses pembelajaran. Anak Taman Kanak-kanak belajar dengan caranya sendiri. Namun, sering kali guru dan orang tua mengajarkan anak sesuai dengan pemikiran orang dewasa. Akibatnya apa yang diajarkan kepada anak sulit untuk diterima anak.

Selama ini kegiatan berhitung hanya menggunakan lembar kegiatan siswa. Anak hanya menghitung gambar yang ada di lembar kegiatan siswa, tanpa ada unsur bermainnya, tanpa ada benda yang dipegangnya. Sehingga anak sulit menghapal dan mengenal bilangan/angka.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Konsep IPS dengan Model CA

Namun, sejak guru mengajarkan pada anak berhitung dengan menggunakan media gambar berseri dengan angka, warna, bentuk geometri, kegiatan berhitung dengan menggunakan permainan memasangkan angka dengan gambar berseri, menghitung, menempelkan, dan mengenal warna maka anak lebih cepat menghapal bilangan.

Kemampuan berhitung anak yang semula rendah menjadi meningkat karena alat/media pembelajaran yang menarik perhatian anak. Jadi, Peningkatan kemampuan berhitung anak perlu dilatihkan dengan cara pembelajaran yang menyenangkan agar anak merasa senang tidak terbebani. (kb4/ton)

Guru TK Mardi Luhur 1 Karanganyar Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya