alexametrics

Discovery Learning Meningkatkan Antusiasme Siswa untuk Belajar

Oleh : Kusmiati Andraeny S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA muatan pelajaran bahasa Indonesia, banyak siswa yang menganggap pelajaran bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang mudah. Bahkan, cenderung meremehkan pelajaran bahasa Indonesia. Padahal dengan meremehkan pelajaran bahasa Indonesia, dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar mengajar di kelas. Sebab, ini pelajaran yang mudah seharusnya dapat diserap oleh siswa dengan mudah dan hasil belajar yang baik. Tetapi dengan memandang remeh pelajaran yang mudah, hasil belajarnya pun tidak tercapai dengan baik.

Dalam muatan pelajaran bahasa Indonesia pada KD 3.6 mencermati ungkapan permintaan maaf dan tolong melalui teks tentang budaya santun sebagai gambaran sikap hidup rukun dalam kemajemukan masyarakat Indonesia, antusiasme siswa masih rendah. Hal ini karena guru masih menggunakan pendekatan yang kurang sesuai dengan materi pelajaran. Bahkan, model pembelajarannya pun kurang menarik siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Alquran melaui Google Classroom sebagai Alternatif Efektif

Hal itu pula yang penulis alami saat mengajar di SDN Karanggeneng 01, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Penulis pun mencoba model pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa agar hasil belajarnya dapat tercapai dengan optimal.

Menurut Cahyo (2013:100), model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) merupakan salah satu metode pembelajaran yang mana peserta didik mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya belum diketahuinya serta tidak melalui pemberitahuan, tetapi peserta didik menemukan sendiri. Pada pembelajaran dengan model Discovery Learning, siswa didorong untuk dapat menemukan prinsip dan konsep sendiri berdasarkan bahan atau data yang telah disediakan.

Antusiasme belajar merupakan suatu sikap semangat, motivasi, dorongan yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat antusiasme belajar siswa ini memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Antusiasme belajar merupakan gelora, gairah, minat, perasaan senang serta semangat siswa yang sangat besar terhadap proses kognitif dalam hal perubahan tingkah laku. Ini sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.

Baca juga:  Atasi Menulis Cerpen Saat Pandemi dengan Pentigraf

Setelah penulis menggunakan model pembelajaran Discovery Learning untuk membuat kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong, antusiasme siswa meningkat dalam mengikuti pembelajaran. Bahkan semua siswa berlomba-lomba mempraktikkan ungkapan permintaan maaf dan permintaan tolong secara langsung.

Langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning sebagai berikut, pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kedua, siswa dalam setiap kelompoknya membaca teks percakapan tentang kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong. Ketiga, siswa berdiskusi untuk menemukan kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong dalam teks percakapan. Keempat, siswa menulis kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong yang sudah ditemukan bersama anggota kelompoknya. Kelima, perwakilan siswa dari setiap kelompok membacakan kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong di depan kelas. Keenam, kelompok lain menanggapi hasil diskusi. Ketujuh, guru memberi penguatan, mengoreksi kesalahan siswa, dan memberikan jawaban yang benar. Kedelapan, siswa mempraktikkan cara meminta maaf dan tolong yang benar.

Baca juga:  Belajar IPS Menyenangkan dengan Peraga Puzzle

Dari model pembelajaran Discovery Learning, penulis mempratikkan kalimat ungkapan permintaan maaf dan tolong. Hasilnya, antusiasme siswa meningkat, proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna, siswa mampu membuat dan mempraktikkan kalimat ungkapan permintaan maaf dan permintaan tolong sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, hasil belajar dan nilai sikap siswa menjadi lebih baik. (pg2/ida)

Guru SDN Karanggeneng 01, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya