alexametrics

PSBB di Rumah Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

Oleh : Ari Triwinarsih, S.P

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia memaksa orang untuk berdiam diri di rumah sehingga tidak dapat melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Termasuk menuntut ilmu dan melaksanakan kegiatan pembelajaran ke sekolah. Padahal upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus tetap dilaksanakan.

Alhasil, pembelajaran jarak jauh menjadi solusinya. Guru dan siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah masing-masing secara daring (dalam jaringan). Pembelajaran secara daring ternyata menimbulkan beberapa permasalahan. Salah satunya adalah kebosanan yang melanda siswa dalam belajar. Rasa bosan dan jenuh ini menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. Motivasi yang rendah pada akhirnya berpengaruh pada hasil belajar siswa.

Pada hakikatnya kegiatan pembelajaran adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Tapi di saat pandemi Covid-19 ini proses interaksi antara guru dan siswa sangat terbatas dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan jarak jauh secara daring. Sehingga sangat penting guru menerapkan sebuah metode mengajar yang dapat menghilangkan kebosanan dan kejenuhan sehingga motivasi belajar siswa menjadi meningkat.

Baca juga:  Belajar Tajwid dengan Metode Sang Dai Lik

Seperti yang diterapkan di SMP Negeri 4 Satu Atap Susukan Kabupaten Banjarnegara pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru menerapkan PSBB di rumah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. PSBB merupakan singkatan dari Praktik Sendiri Belajar Baik. Jadi dengan PSBB di rumah ini guru berharap dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya hasil belajarnya juga akan meningkat. Seperti yang disampaikan oleh Nasution (2000), yang menyatakan bahwa pelajaran akan lebih menarik dan berhasil apabila dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman dimana anak dapat melihat, meraba, mengucap, berbuat, mencoba, berpikir, dan sebagainya. Pelajaran tersebut tidak hanya bersifat intelektual, melainkan juga bersifat emosional. Motivasi siswa dan kegembiraan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran dapat mempertinggi hasil belajarnya.

Baca juga:  Kreativitas Pembelajaran Ragam Hias di Masa Pandemi

Mohammad Ali (1994) juga mengemukakan, faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendorong untuk melakukan proses belajar adalah kesiapan fisik maupun mental, motivasi, dan tujuan yang ingin dicapai. Ketiga faktor itu merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.

PSBB di rumah ini diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Satu Atap Susukan Kabupaten Banjarnegara untuk mata pelajaran IPA materi Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari. Pada materi ini siswa melakukan praktik sendiri di rumah untuk menemukan hubungan antara besarnya tekanan zat padat dengan gaya dan luas bidang tekan. Menggunakan alat dan bahan sederhana yang dapat diperoleh dengan mudah sehingga siswa dapat melakukan praktik tersebut tanpa mengalami kesulitan.

Dalam melakukan praktik tersebut siswa diharuskan untuk mendokumentasikannya dalam bentuk foto di setiap prosedur kerjanya, kemudian foto-foto tersebut dikirim ke guru melalui WhatsApp (WA). Dengan cara seperti ini guru dapat memastikan bahwa siswa benar-benar melakukan praktik tersebut sesuai dengan prosedur kerja yang terdapat pada Lembar Kerja (LK) yang sudah diberikan. Selain foto, siswa juga diharuskan membuat laporan hasil praktik sesuai sistematika yang terdapat di LK.

Baca juga:  Diskripsi Daur Air dengan Bermain Gambar

Hasil dari PSBB di rumah ini dapat diamati dengan melihat jumlah siswa yang mengumpulkan foto dan membuat laporannya. Ternyata semua siswa kelas VIII yang berjumlah 49 orang mengirimkan foto kegiatan praktik sendiri di rumah dan membuat laporannya di buku tugas mereka. Dengan melakukan praktik sendiri di rumah secara tidak langsung mereka belajar dengan baik materi tersebut sehingga pemahamannya menjadi meningkat. Hal ini terbukti dengan hasil penilaian harian yang dilakukan, ternyata hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan penilaian harian sebelumnya. (lbs1/lis)

Guru IPA SMP Negeri 4 Satu Atap Susukan, Kabupaten Banjarnegara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya