alexametrics

Ingin Lancar Menulis Cerpen? Kuasai ATM

Oleh: Rumisih, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN sastra yang berlangsung di sekolah saat ini terkesan hanya menitikberatkan pada pengusaan teori. Lebih tragis lagi keadaannya pada sekolah yang melaksanakan pengajaran bersumber hanya pada LKS atau menggunakan Teknik yang itu-itu saja. Selama ini pengajaran dan pembelajaran sastra di sekolah hanya terjadi dalam ruang yang diapit dinding kelas, hasilnya daya imajinasi dan kreasi peserta didik kurang berkembang secara optimal.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merencanakan teknik pembelajaran yang menarik. Teknik pembelajaran yang ditawarkan adalah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Ide ini diperkuat pendapat bahwa teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) adalah pemodelan yang dekat dengan calon penulis. ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) adalah salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik.

Cerpen merupakan bentuk fiksi yang lazimnya memiliki cerita yang menarik; hanya terdapat satu peristiwa pokok; memiliki tokoh utama yang sedikit; dan keseluruhan cerita membentuk kesan tunggal dan kesatuan bentuk; sehingga tidak ada bagian yang tidak diperlukan.

Baca juga:  Movie Maker Membuat Materi Kerja Sama Ekonomi Internasional lebih Asyik

Menulis adalah bentuk komunikasi dua arah yang efektif untuk mengkomunikasikan ide atau gagasannya meskipun tidak bertatapan langsung dengan lawan bicara (Zulaikhoh 2009:5). Sementara Semi (1990:8) mengatakan menulis pada hakikatnya adalah pemindahan pikiran atau perasaan dalam bentuk lambang-lambang bahasa. Jadi, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan untuk menuangkan gagasan, ide, inspirasi, atau buah pikiran ke dalam bentuk lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa agar orang lain dapat memahaminya.
Modeling atau teknik pemodelan/ATM adalah salah satu komponen pembelajaran kontekstual. Maksudnya, dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang dapat ditiru.

Nuryatin (2010:34) menyatakan bahwa pemodelan dapat diartikan sebagai upaya pemberian model (contoh) yang berhubungan dengan materi dan aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta didik. Pemodelan dikatakan efektif apabila peserta didik menjadi lebih paham terhadap materi yang dipelajari, terlibat dengan lebih antusias, memberikan variasi situasi, biaya dan waktu lebih efisien.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teknik pemodelan/ATM merupakan bagian dari pendekatan kontekstual. Teknik pemodelan/ATM merupakan sebuah pengetahuan atau keterampilan yang dapat didemonstrasikan atau ada model yang dapat ditiru.

Baca juga:  Scratch Atasi Kebosanan Belajar dalam PJJ

Pembelajaran Menulis Cerpen: Tahap Amati. Peserta didik membaca beberapa contoh cerpen, baik dari buku, majalah, internet yang memenuhi persyaratan cerpen, kemudian peserta didik menentukan salah satu tema dari beberapa sumber tersebut. Setelah membaca contoh cerpen, peserta didik menentukan model dari contoh-contoh yang mereka bawa. Selanjutnya, cerpen tersebut akan dijadikan model untuk ditiru.

Tahap Tiru. Pada tahap meniru ini, peserta didik akan menentukan satu atau beberapa unsur yang akan ditiru dari cerpen model. Setelah itu siswa akan menyadur cerpen model dengan mengganti unsur tokoh, latar, dan alur yang sesuai dan dengan dunia siswa. Pada tahap meniru tokoh, yang dilakukan siswa yakni dengan menambah tokoh dalam cerita, mendeskripsikan watak tokoh, dan mengubah cerita secara relatif sama.

Baca juga:  Perpaduan GCR dan WA Jadi Alternatif Pembelajaran Seni Budaya

Tahap Memodifikasi. Pada tahap ini, siswa akan memodifikasi tema, tokoh, latar, dan memodifikasi peristiwa. Adapun rincian dari setiap unsur yang dikembangkan adalah tema dikembangkan secara orisinil dan unik, mengembangkan tokoh dengan melengkapi dilaog, monolog, dan komentar, mengembangkan latar dengan mendeskripsikan secara rinci, mengembangkan peristiwa dalam kalimat secara lengkap, menggunakan bahasa yang komunikatif, dan menggunakan ejaan yang benar.

Pembelajaran menulis cerpen menggunakan teknik ATM ini ternyata menampakkan geliat peserta didik. Mereka bersemangat dan aktif mengikuti pembelajaran, bahkan menunjukkan hasil yang cukup membanggakan. Seperti yang diterapkan di SMA Negeri 9 Semarang. (lbs1/zal)

Guru SMA Negeri 9 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya