alexametrics

Project-Based Learning (PJBL) Solusi Efektifkan Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh : Wawan Junari, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini tidak semua model pembelajran cocok digunakan untuk sistem pembelajaran jarak jauh. Dalam kondisi yang serba terbatas seperti saat ini, penulis pun pun harus mulai selektif dalam memilih model-model pembelajaran yang akan digunakan agar lebih efektif saat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada siswa kelas V (lima) SD Negeri 02 Mesoyi Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.

Model pembelajaran project based learning (PjBL) penulis anggap tepat untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran muatan pelajaran IPA pada KD 4.4. Menyajikan karya tentang organ peredaran darah pada manusia. Model pembelajaran ini memungkinkan pembelajaran tetap berjalan efektif tanpa harus bertatap muka langsung dengan peserta didik.

Menurut Grant (2002), PjBL atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. Sedangkan menurut Afriana (2015), pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.

Baca juga:  Asyik Memahami Isi Macapat dengan Model Triad

Secara umum dapat dijabarkan bahwa model PjBL adalah model pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik dalam memecahkan masalah, dilakukan secara berkelompok/mandiri melalui tahapan ilmiah dengan batasan waktu tertentu yang dituangkan dalam sebuah produk untuk selanjutnya dipresentasikan kepada orang lain. Langkah kerja (sintak) yang harus dipenuhi pada model pembelajaran PjBL diantaranya adanya pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan produk, menyusun jadwal pembuatan, memonitor keaktifan dan perkembangan proyek, menguji hasil, evaluasi pengalaman belajar. Sedangkan kegiatan peserta didik yang diharapkan yaitu: 1) Mengajukan pertanyaan mendasar apa yang harus dilakukan peserta didik terhadap topik/ pemecahan masalah. 2) Menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, sumber yang dibutuhkan. 3) menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan memperhatikan batas waktu yang telah ditentukan bersama. 4) melakukan pembuatan proyek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan masalah yang muncul selama penyelesaian proyek dengan guru. 5) Membahas kelayakan proyek yang telah dibuat dan membuat laporan produk/ karya untuk dipaparkan kepada orang lain. 6) memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.

Baca juga:  SMPN 3 Patean Kendal Jadi Percontohan Sekolah Inklusi

Sebagai sarana penyampaian informasi dan tugas dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan model pembelajaran PjBL ini penulis memanfaatkan aplikasi Whats App Grub. Peserta didik juga diharapkan memaparkan hasil karyanya melalui rekaman video yang diunggah digrup Whatss App sehingga teman-temanya bisa langsung menyaksikan dan memberi tanggapan dari paparan tersebut.

Dari kegiatan pembelajaran yang sudah penulis lakukan dapat ditarik simpulan bahwa pembelajaran jarak jauh pada muatan pelajaran IPA pada KD 4.4. Menyajikan karya tentang organ peredaran darah pada manusia lebih efektif dengan model pembelajaran PjBL. Hal ini terbukti dengan pencapaian kriteria ketuntasan minimal yang bisa dicapai 95% peserta didik. (pg1/ton)

Guru Kelas V SD Negeri 02 Mesoyi Kec. Talun Kab. Pekalongan

Baca juga:  Serunya Belajar Perilaku Hemat dengan Metode Project Based Learning

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya