alexametrics

Menumbuhkan Karakter Kewirausahaan melalui Prakarya Berbasis Masalah

Oleh: Erixa Yusnita, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM 2013 adalah kurikulum yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill dan pendidikan karakter, selain itu juga membekali peserta didik dengan kemampuan kewirausahaan yang digabungkan dengan pembelajaran Prakarya agar peserta didik mampu menghasilkan ide kreatif dan merealisasikan dalam bentuk karya nyata.

Pembelajaran Prakarya yang di integrasikan dengan kewirausahaan mencakup aktivitas dan materi pelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperlukan untuk menciptakan karya nyata, menciptakan peluang pasar dan kegiatan yang bernilai ekonomi. Kompetensi pengetahuan dan ketrampilan yang dipersiapkan untuk membekali peserta didik setelah hidup dimasyarakat sebagaimana proses pembelajaran yang di lakukan di SMPN 3 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada pembelajaran Prakarya kelas VII semester genap aspek kerajinan khususnya KD.4.2. Merancang, membuat, dan menyajikan produk kerajinan dari bahan serat dan tekstil yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan potensi daerah setempat (misalnya rumput/ilalang, kapas, bulu domba, kulit kayu, kain, dan/atau tali plastik).

Baca juga:  PhET Simulation Mempermudah PJJ Rangkaian Arus Searah

Pembelajaran merupakan proses yang dilakukan pendidik untuk memfasilitasi peserta didik agar memiliki perubahan perilaku dalam mencapai tujuan spesifik sebagai hasil pengalamannya dalam berinterinteraksi dengan lingkungan sekitar. Menurut Drucker (dalam Suryana 2013;10) kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan menurut Meredith mengemukakan karakter kewirausahaan meliputi percaya diri, berorientasikan tugas dan hasil, berani mengambil tesiko, berjiwa pemimpin, keorisinilan, dan berorintasi ke masa depan. JSedangkan Pembelajaran berbasis masalah atau yang dikenal dengan Problem Based Learning adalah salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Menurut Stepien,dkk (dalam Ngalimun, 2013; 89) Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap- tahap metode ilmiah sehingga peserta didik dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. Adapun tahap-tahap pembelajaran berbasis masalah menurut Arend (2012; 411) meliputi Orientasi terhadap masalah, organisasi belajar, penyelidikan individual maupun kelompok, pengembangan dan penyajian hasil, dan Analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah. Adapun implementasi tahapan problem based learning dalam pembelajaran prakarya pada KD.4.2. Merancang, membuat, dan menyajikan produk kerajinan dari bahan serat dan tekstil yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan potensi daerah setempat adalah Orientasi terhadap masalah, guru menyajikan masalah nyata yang terjadi tentang produk-produk kerajinan dari bahan serat dan tekstil, yang ada di sekitar peserta didik tinggal. Pada tahap organisasi belajar ini, dengan difasilitasi oleh guru peserta didik mulai mengidentifikasi tentang kerajinan dari serat dan tekstil yang mereka ketahui.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika di Tengah Pandemik Covid-19

Penyelidikan individual maupun kelompok, dengan dibimbing oleh guru peserta didik mulai mengumpulkan data berupa konsep atau teori melalui berbagai cara utk menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah tentang kerajinan dari serat dan tekstil. Pengembangan dan penyajian hasil, dengan bimbingan guru peserta didik menentukan penyelesaian masalah untuk memecahkan masalah tentang kerajinan serat dan tekstil. Analisis dan evaluasi, pada tahap ini guru memfasilitasi peserta didik untuk mengadakan refleksi atau evaluasi terhadap proses yang dilakukan untuk mencari informasi secara rinci tentang kerajinan serat dan tekstil.

Dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah ini peserta didik semakin antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Peserta didik terlibat secara langsung dalam proses menggali dan akhirnya membuat salah satu contoh kerajinan yang terbuat dari serat dan tekstil. Dengan keterlibatan secara langsung peserta didik akan memahami dan mengerti sertadapat menerapkan dalam kehidupannya karakter kewirausahaan dalam kehidupannya kelak dimasyarakat. (pg1/zal)

Baca juga:  NHT Meningkatkan Motivasi Belajar IPS

Guru SMPN 3 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya