alexametrics

Tak Ada Kata Malas Belajar IPA dengan Model Cooperative Script

Oleh : Temu Uliyah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI dalam dunia pendidikan, mendengar istilah model pembelajaran tentunya sudah tidak asing lagi. Namun, ketika membahas tentang hal tersebut, tentunya akan didapatkan banyak literatur dengan berbagai penjelasan. Dengan penerapan macam-macam model pembelajaran yang ada, maka siswa akan bisa belajar sesuai dengan gaya mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Model pembelajaran ini merupakan teknik atau cara yang digunakan oleh tenaga pendidik dalam mengorganisasikan pengalaman proses pembelajaran secara sistematis agar tercapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

Setiap pembelajaran ada baiknya guru menyajikan teknik/metode/model pembelajaran supaya berhasil dipahami oleh peserta didik. Banyak peserta didik kelas 6 SDN 01 Purworejo, Kecamatan Sragi, sewaktu pembelajaran berlangsung terutama pada kompetensi dasar (KD) membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan, tapi siswa bermalas-malasan. Karena IPA dianggap mata pelajaran yang sulit dipahami. Sebab guru dalam menyampaikan pembelajaran, sangat membosankan karena menggunakan metode konvensional.

Baca juga:  Dengan Media Benda Tiruan Lebih Efektif Pahami Rantai Makanan

Karena itulah, penulis mengubah kemalasan dengan salah satu cara mengubah metode pembelajaran. Terpilihlah metode model belajar Cooperative Script. Ini model belajar dimana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Jadi kesimpulannya, model pembelajaran Cooperative Script merupakan penyampaian materi ajar yang diawali dengan pemberian wacana atau ringkasan materi ajar kepada siswa yang kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk membacanya sejenak dan memberikan/memasukkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru ke dalam materi ajar yang diberikan guru. Lalu siswa diarahkan untuk menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dalam meteri yang ada secara bergantian sesama pasangan masing-masing.

Kemudian Dansereau (Fuadah, 2010:18) menyatakan pembelajaran Cooperative Script adalah suatu cara bekerjasama dalam membuat naskah tulisan tangan dengan berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengintisarikan materi-materi yang dipelajari. Langkah-langkahnya antara lain, pertama, guru membagi siswa untuk berpasangan. Kedua, guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Ketiga, guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Keempat, pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar, menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap, membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya dengan materi lainnya. Kelima, bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas. Keenam, kesimpulannya siswa bersama-sama dengan guru. Ketujuh, penutup.

Baca juga:  Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa

Harapan penulis dengan menerapkan metode ini di kelas 6 SDN 01 Purworejo supaya peserta didik mampu terlatih pendengaran, ketelitian/kecermatan, siswa mendapat peran seakan-akan ikut menyelami atau praktik langsung, melatih siswa mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Sehingga dengan hasil berpengaruh besar terhadap motivasi belajar siswa di kelas. (ti2/ida)

Guru SDN 01 Purworejo, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya