alexametrics

Strategi Everyone Is A Teacher Here Tumbuhkan Sikap Mandiri Siswa

Oleh : Sri Karyawati S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN formal merupakan bentuk pelimpahan tanggung jawab keluarga dalam bidang pendidikan dan pengetahuan kepada generasi berikutnya. Seperti yang disampaikan oleh Sukmadinata (2007), pendidikan di sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. Beberapa hal yang membedakan sekolah dengan pendidikan informal adalah pertama, pendidikan formal memiliki kurikulum tertulis. Kedua, dilaksanakan secara formal ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidikan yang memiliki ilmu pengetahuan, bidang pendidikan. Keempat, interaksi pendidikan berlangsung di lingkungan tertentu dengan fasilitas, alat dan aturan tertentu.

Salah satu permasalahan serius yang dihadapi dunia pendidikan sekarang ini adalah rendahnya kualitas pembelajaran. Beberapa perilaku siswa di SDN 01 Sangkanjoyo mengalami penurunan semangat belajar. Terutama kelas 5 materi Organ Gerak Hewan. Jadi guru penting berusaha melakukan inovasi dalam strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran berkaitan dengan pembelajaran di dalam ruang kelas, dan melibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Baca juga:  Asyik Belajar Bilangan Bulat Cara BUKoPiN

Pembelajaran adalah suatu sistem. Artinya suatu keseluruhan yang terdiri atas komponen-komponen yang berinteraksi antara satu dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran. Strategi Everyone Is A Teacher Here cocok diterapkan dalam meningkatkan keterampilan dan kecerdasan siswa.

Langkah-langkah penerapan everyone is a teacher here (setiap murid sebagai guru) antara lain, pertama, bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan dalam kelas. Kedua, kumpulkan kertas-kertas tersebut, dikocok, dan dibagikan kembali secara acak kepada masing-masing peserta didik dan diusahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan. Ketiga, mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing-masing, sambil memikirkan jawabannya. Keempat, undang sukarelawan (volunter) untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya. Untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa untuk angkat tangan bagi yang siap membaca–tanpa langsung menunjuknya. Kelima, mintalah dia memberikan respons (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan atau permasalahan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya. Keenam, berikan apresiasi (pujian/tidak menyepelekan) terhadap setiap jawaban/tanggapan siswa agar termotivasi dan tidak takut salah. Ketujuh, kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan cara siswa bergantian membacakan pertanyaan di tangan masing-masing sesuai waktu yang tersedia. Kedelapan, guru melakukan kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak melalui Kegiatan Tulisan Punggung

Tujuan penerapan metode ini diterapkan di SDN 01 Sangkanjoyo adalah membiasakan peserta didik untuk belajar aktif secara individu dan membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder, dan tidak takut salah. (ti1/ida)

Guru SDN 01 Sangkanjoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya