alexametrics

Peningkatan Pembelajaran dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Senam Lantai

Oleh: Agus Budi Satriyo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dewasa ini, kegiatan belajar mengajar mengalami kendala karena adanya pandemi virus corona. Kegiatan Belajar Mengajar daring pun menjadi solusi dalam menyikapi hal tersebut. KBM daring pun mengalami kendala, yaitu komunikasi. Berbagai media sosial telah dicoba untuk menerapkan KBM daring, tetapi komunikasi yang kurang maksimal menjadi kendala utama dalam menerangkan materi pelajaran, khususnya mata pelajaran olah raga.

Salah satu model pembelajaran yang efektif digunakan saat KBM daring adalah Pembelajaran Berbasis Masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Kurikulum 2013 memiliki tahapan sebagai berikut: (1) Orientasi peserta didik terhadap masalah. (2) Mengorganisasikan peserta didik. (3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. (5) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Baca juga:  Mudah Menguasai Teknik Menendang Bola melalui Metode Drill

Adapun itu langkah-langkah yang dapat diterapkan pada PBL adalah sebagai berikut. Fase pertama yaitu orientasi siswa pada masalah, Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan perlengkapan penting yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Fase kedua yaitu pengorganisasi siswa untuk belajar, Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

PBL memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan PBL di antaranya: (1) siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut, (2) melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi, (3) pengetahuan tertanam berdasarkan skemata yang dimiliki oleh siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna, (4) siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap bahan yang dipelajari, (5) menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat dari orang lain, menanamkan sikap sosial yang positif diantara siswa, dan (6) pengkondisian siswa dalam belajar kelompok yang saling berinteraksi terhadap pembelajar dan temannya sehingga pencapaian ketuntasan siswa dapat diharapkan. Selain itu, problem based learning (PBL) diyakini pula dapat menumbuhkembangkan kemampuan kreativitas siswa, baik secara individual maupun secara berkelompok. Seperti halnya yang diajarkan di siswa kelas VIII PK1 di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Baca juga:  Menyusun Cerita Fiksi dengan Mengaitkan Pengalaman Pribadi melalui Video Kisah Inspiratif

Dari penjabaran di atas, tersimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah efektif untuk diterapkan pada materi senam lantai kelas VIII PK1 SMP Muhammadiyah 1 Surakarta karena: (1) siswa lebih memahami konsep senam lantai karena mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut, (2) melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir siswa yang lebih tinggi, (3) pengetahuan tentang senam lantai tertanam berdasarkan skemata yang dimiliki oleh siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna, (4) siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran senam lantai sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, (5) menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa. (kb4/ton)

Guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya