alexametrics

Pendidikan Bukan Semata Tanggung Jawab Pendidik

Oleh : Djuwarni S.Pd SD.,M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan pendidikan tidak semata dari nilai akademiknya tetapi bisa dilihat dari tingkah laku, sikap, dan moral. Jadi seorang guru bukan sekadar transfer of knowledge (pengajar) tetapi juga sebagai transfer of value (pendidik).

Predikat pengajar adalah menyampaikan atau memindahkan (transfer) apa yang kita ketahui dan apa yang kita miliki kepada peserta didik yang di dalamnya diatur melalui perangkat pembelajaran yang ada.

Sedangkan predikat pendidik adalah berorientasi pada pembentukan watak kepribadian peserta didik. Sehingga selaku pendidik ing ngarso sung tuladha diharapkan mampu mengubah, mengarahkan dan menanamkan nilai-nilai positif (budi pekerti) kepada siswa.

Kita sering menyaksikan melalui media massa maupun media elektronik, anak-anak bangsa yang semasa pendidikannya mempunyai kecerdasan di atas rata-rata. Setelah keluar dari bangku pendidikan dan menjadi pejabat negara (pelayan publik) melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan norma kehidupan dan norma hukum. Ini bukan disebabkan kebutuhan semata tetapi lebih besar karena keringnya nilai-nilai agama yang tertanam dalam dirinya.

Baca juga:  Mengajarkan Gerak Lari Melalui Permainan Tradisional Gobak Sodor

Maka penanaman nilai-nilai agama sangatlah perlu sedalam-dalamnya sebagai dasar filter dan pengendali segala aktivitas seseorang. Kalau orientasi pendidikan sebatas pencapaian nilai akademik tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Karena produk sebuah pendidikan adalah melahirkan generasi yang cerdas intelektual, emosional, spiritual, dan beraklak mulia.

Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tidak sepenuhnya dibebankan pada seorang guru semua. Tanggung jawab terhadap pendidikan ada pada pemerintah, masyarakat, sekolah, dan keluarga. Pemerintah melalui regulasi, masyarakat melalui partisipasinya, sekolah (guru) sebagai pelaksana regulasi di lapangan. Sedangkan keluarga dalam hal ini orang tua unsur utama yang berperan sebagai pengajar dan pendidik.

Peran keluarga mempunyai andil besar terhadap maju mundurnya pendidikan. Peran seorang guru disekolah diibaratkan sebagai orang tua kedua adalah melanjutkan pendidikan di keluarga. Karena peranannya diatur oleh peraturan yang ada, maka di dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar ada batasan-batasannya. Salah satunya tingkat kehadiran dan jam tatap muka dengan peserta didik. Maka dengan keterbatasan tersebut anggapan seorang guru adalah faktor penentu keberhasilan pendidikan adalah kurang tepat.

Baca juga:  Belajar IPA Sistem Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19

Di sinilah perlunya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dan keluarga berjalan sinergis dan berkomitmen terhadap visi dan misi sebuah pendidikan. Maka untuk membenahi dan memajukan pendidikan adalah komitmen bersama yang dimulai dari diri sendiri. (kb4/lis)

Guru SD Negeri Bintoro 2 Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya