alexametrics

Belajar Pecahan dengan PBI sangat Mengasyikkan

Oleh: Riskiyanti, S. Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBAGAI salah satu cara upaya membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, adalah kegiatan remedial. Kegiatan remedial memiliki beberapa fungsi yang penting bagi keseluruhan proses pembelajaran. Warkitri, dkk. (1991) menyebutkan enam fungsi kegiatan remedial dalam kaitannya dengan proses pembelajaran. Keenam fungsi kegiatan remedial tersebut adalah fungsi koreksi, pemahaman, penyesuaian, pengayaan, ekselerasi, dan terapeutik.

Dalam pembelajaran matematika kompetensi dasar menentukan Pecahan di kelas V SDN Kajongan Kajen, menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi pelajaran masih rendah. Untuk mengetahui secara lebih rinci kekurangan-kekurangan yang dialami siswa, penulis melakukan refleksi diri. Selama ini guru menyampaikan pembelajaran monoton, proses pembelajaran yang kurang efektif. Terlihat siswa sering keluar masuk kelas dan gaduh, siswa sering melihat keluar kelas.

Baca juga:  Metode Pembelajaran Piknik dan Belajar Bikin Siswa Mudah Memahami Sejarah

Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran penulis menitikbertakan perbaikan pembelajaran pada metode pembelajaran pada pecahan. Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) merupakan salah satu dari banyak model pembelajaran inovatif. Model ini menyajikan suatu kondisi belajar siswa aktif serta melibatkan siswa dalam suatu pemecahan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah. Arends (Trianto, 2007) PBI merupakan pembelajaran di mana siswa mengerjakan masalah secara otentik supaya mereka dapat menyusun pengetahuan mereka sendiri, menyusun sebuah penemuan (inkuiri), keterampilan berpikir tingkat tinggi serta mengembangkan kemandirian dan sifat percaya diri.

Ciri-ciri Pembelajaran PBI antara lain: Pertama, Pengajuan pertanyaan atau masalah PBI mengorganisasikan kehidupan nyata dan pengalaman siswa sebagai bahan pengajaran. Kedua, Berfokus pada keterkaitan antar disiplin. Pertanyaan dan masalah yang bermunculan pada siswa tidak harus berada pada satu disiplin ilmu saja.Ketiga, Penyelidikan otentik. PBI mengharuskan siswa untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah nyata melalui analisis masalah, observasi dan eksperimen. Keempat, Menghasilkan suatu produk/karya dan memamerkannya. PBI menuntut siswa untuk menghasilkan suatu produk tertentu dalam sebuah karya seperti poster, puisi, laporan, gambar dan sebagainya. Keenam, Kerjasama. Kerjasama dalam pembelajaran ini cukup bervariasi, dapat secara berpasangan, kelompok kecil maupun dalam kelompok besar.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Efektif dengan Metode Problem Based Learning

Langkah-langkah model PBI: Petama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Kedua, guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll). Ketiga, guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. Keempat, guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Kelima, guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

Penulis berharap menerapkan metode ini agar siswa lebih memahami konsep matematika yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut. Dan melibatkan siswa secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi. (ti1/zal)

Baca juga:  Discovery Learning Meningkatkan Antusiasme Siswa untuk Belajar

Guru SDN Kajongan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya