alexametrics

Tingkatkan Motivasi Belajar dan Percaya Diri Anak dengan Snowball Throwing

Oleh : Diyan Miswati S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN dan pengetahuan anak dimulai sejak anak dalam lingkungan keluarga. Keluarga memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak. Keluarga merupakan pondasi awal anak mendapatkan berbagai pengalaman dalam hidupnya. Pada fase selanjutnya, anak akan melewati jenjang pendidikan awal yaitu pendidikan anak usia dini. Pada fase ini, anak akan menemukan pengalaman dan pengetahuan baru yang membutuhkan penyesuaian dan adaptasi. Guru menjadi pendamping sekaligus pembimbing anak menggantikan tugas orang tua di sekolah sebagai bagian dari keluarga baru. Pada komunitas baru, anak secara tidak langsung akan mengenal dan belajar bergaul dan mengekspresikan segala pengetahuannya.

Penyesuaian yang dilakukan anak seringkali melalui beberapa tahapan alamiah seperti menangis, melamun, menyendiri, dan kurang percaya diri. Masing-masing juga anak memiliki kecenderungan (inklinasi) terhadap kecerdasan tertentu atau kelebihan yang ditunjukkan melalui perilaku spesifik. Guru dalam proses pembelajaran harus dihindari pembatasan kemampuan hanya dalam satu katagori atau wilayah kecerdasan tertentu saja. Tetapi lebih penting bagaimana anak diperlakukan sebagai orang yang sedang melakukan perjalanan hidupnya dengan cara yang memungkinkan, mengoptimalkan apa yang ada dalam dirinya. Guru harus dapat menangkap fenomena ini menjadi sebuah ide perencanaan pembelajaran. Guru diharapkan mampu menyajikan proses pembelajaran yang memicu anak untuk aktif dan kreatif dalam kesehariannya.

Baca juga:  Tingkatkan Kreativitas dengan Mind Mapping Materi Relasi dan Fungsi

Piaget yang dikutip dalam Sujiono (2012: 120) menjelaskan bahwa intelegensi anak berkembang melalui suatu proses active learning dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk terlihat secara aktif dalam kegiatan yang dapat mengoptimalkan penggunaan seluruh panca indera anak. Usaha mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak usia dini merupakan tanggung jawab guru dalam perencanaan proses pembelajaran. Guru memilih dan memilah model pembelajaran yang akan digunakan membantu mempermudah proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Suprihatiningrum (2013:145) mengungkapkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur pembelajaran dengan sistematis untuk mengelola pengalaman belajar anak agar tujuan belajar tertentu yang diinginkan bisa tercapai. Saefuddin dan Berdiati (2014:48) turut menjabarkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan sistem belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran tetap mengedepankan prinsip pembelajaran kooperatif yang melibatkan semua anggota kelas. Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip kooperatif adalah model pembelajaran Snowball Throwing (Bola salju).

Baca juga:  Pembelajaran Model Parenting dapat Mengembangkan Karakter Anak Usia Dini

Agustina (2013:62) menjabarkan bahwa model pembelajaran snowball throwing disebut juga model pembelajaran gelundungan bola salju. Model pembelajaran ini melatih anak untuk lebih tanggap menerima pesan dari anak lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok.

Penulis sebagai bagian dari guru TK Pertiwi Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, memanfaatkan model ini pada kompetensi dasar memahami bahasa eskpresif yaitu mengungkapkan bahasa secara verbal dengan mengenalkan anggota keluarga masing-masing anak di depan teman sejawatnya. Kelebihan penggunaan model snowball throwing beberapa di antaranya adalah meningkatkan motivasi belajar anak, meningkatkan keaktifan anak, menumbuhkan rasa percaya diri anak dan menghindari dominasi keaktifan anak pada proses pembelajaran. Penulis merasakan kemudahan dalam pelaksanaan proses belajar, karena minat dan motivasi anak sangat tinggi. (*/ida)

Baca juga:  Peranan Guru dalam Pengelolaan Kelas

Guru TK Pertiwi Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya