alexametrics

PJJ di Masa Pandemi COVID-19 Butuh Motivasi dan Variasi

Oleh : Eni Sriwahyuni,S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Saat ini wabah Covid-19 sudah menjadi pandemi, artinya kasus penyakit karena wabah ini penyebarannya cukup cepat dan mendunia. Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh bagi semua aspek kehidupan baik itu ekonomi, kesehatan maupun di bidang pendidikan. Satuan Pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin agar proses Pembelajaran tetap berjalan meskipun peserta didik harus stay at Home atau belajar dari rumah.

Pembelajaran Jjarak auh (PJJ) adalah alternatif pilihan yang harus dilakukan. Di mana dalam pelaksanaannya ini merupakan hal baru yang dialami oleh setiap satuan pendidikan terutama di SDN 02 Bligorejo Doro tempat kami bekerja.

Banyak Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan PJJ baik itu dialami oleh Guru maupun siswa.Untuk Guru kurangnya penguasaan IT beberapa guru menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Untuk siswa ada beberapa siswa yang terbatas dalam fasilitas belajarnya. Terutama handphone yang akan digunakan sebagai sarana daring dalam PJJ, kurangnya semangat belajar sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran serta akses jaringan internet yang belum maksimal. Beberapa siswa yang karena orang tuanya bekerja tidak bisa mendampingi dalam setiap pembelajaran. Ada juga kurangnya pendidikan orang tua juga berpengaruh dalam mendampingi siswa dalam belajar.

Baca juga:  Peningkatan HaBe dengan Model Everyone Is A Teacher

Dari berbagai permasalahan yang ada, kepala sekolah dituntut untuk lebih kreatif dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Kepala sekolah harus bisa memberikan motivasi dan tanggung jawab pada guru agar bisa meningkatkan kompetensi penguasaan IT. Motivasi sangat diperlukan dalam hal ini. Motivasi kerja dalam konteks manajemen pendidikan sangat penting karena menjelaskan mengapa guru bersedia dengan baik mau dan mampu melakukan pekerjaannya (Yuhetty dan Hadi, 2010: 7).

Seorang guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran hanya lewat whatshapp saja, sekadar memberi tugas siswa tetapi harus belajar menggunakan aplikasi yang lain seperti Zoom, Goggle Classroom, memberikan pengawasan yang intensif dengan selalu melibatkan peran orang tua dalam mendampingi anak-anaknya melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Guru harus bisa menyampaikan pembelajaran secara bervariasi. Materi bisa dibuat dalam bentuk video pembelajaran. Untuk menyikapi guru yang belum menguasai IT dengan baik, epala sekolah memberikan pelatihan secara singkat dimana guru yang sudah mahir IT mendampingi dan membantu melatih guru yang belum menguasai IT sehingga ketercapaian penggunaan IT dapat maksimal.

Baca juga:  Efektivitas Layanan Klasikal, Mengatasi Konflik di Dunia Maya

Kepala sekolah juga harus mengadakan sosialisasi kepada orang tua tentang proses pembelajaran jarak jauh dengan daring. Orang tua diharapkan untuk selalu mengawasi, membimbing dan memotivasi putra putri mereka yang setiap kegiatan pembelajaran berkaitan dengan penggunaan handphone, apakah sudah digunakan dengan benar untuk kegiatan belajar ataukah hanya untuk bermain game dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Orang tua juga harus menciptakan inovasi dan variasi kegiatan di rumah agar anak tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Salah satu cara dengan menata ruang untuk belajar dari rumah semenarik mungkin sehingga anak benar-benar merasakan sedang melaksanakan proses pembelajaran seperti di sekolah. Untuk mengatasi kurangnya akses internet di mana ada beberapa tempat tinggal siswa yang akses internetnya lemah dengan pemberian waktu pengumpulan tugas yang lebih longgar. (ce3/ton)

Baca juga:  Didik Siswa Jadi Religius dengan Pendidikan Karakter

Kepala SDN 02 Bligorejo,Doro, Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya