alexametrics

Tumbuh Kembangkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik

Oleh : AH Muslimin S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN kewirausahaan bertujuan membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman, dan keterampilan sebagai wirausaha. Pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di SMP Satu Atap Kaliombo dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai komunitas pendidikan.

Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, program pendidikan kewirausahaan di sekolah diinternalisasikan melalui aspek berikut ini.

Pendidikan kewirausahaan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, yang artinya penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran sehingga hasilnya diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, terbentuknya karakter wirausaha dan pembiasaan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran pada semua mata pelajaran. Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dilakukan secara bertahap dengan cara memilih sejumlah nilai pokok yaitu, mandiri, kreatif, pengambil risiko, kepemimpinan, orientasi pada tindakan, dan kerja keras.

Baca juga:  Pembelajaran Daring di Era Covid-19

Integrasi pendidikan kewirausahaan di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran.
Pendidikan kewirausahaan melalui pengembangan diri merupakan upaya pembentukan karakter termasuk karakter wirausaha dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler.

Pengembangan diri secara khusus bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi, dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan keagamaan, sosial, belajar, wawasan dan perencanaan karir, kemampuan pemecahan masalah, dan kemandirian. Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di SMP Satu Atap Kaliombo dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, misalnya kegiatan business day (bazar, karya peserta didik, dll).

Baca juga:  GKV, Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Perubahan pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan dari teori ke praktik diarahkan pada pencapaian tiga kompetensi yang meliputi penanaman karakter wirausaha, pemahaman konsep dan skill, dengan bobot yang lebih besar pada pencapaian kompetensi jiwa dan skill dibandingkan dengan pemahaman konsep. Salah satu contoh model pembelajaran kewirausahaan yang mampu menumbuhkan karakter dan perilaku wirausaha adalah dengan cara mendirikan kantin kejujuran.

Pengintegrasian pendidikan kewirausahaan ke dalam bahan/buku ajar karena bahan/buku ajar merupakan komponen pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap apa yang sesungguhnya terjadi pada proses pembelajaran. Penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan dilakukan ke dalam bahan ajar baik dalam pemaparan materi, tugas maupun evaluasi.

Pengintegrasian pendidikan kewirausahaan melalui kultur sekolah di SMP Satu Atap Kaliombo mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan mengunakan fasilitas sekolah, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, komitmen dan budaya berwirausaha di lingkungan sekolah.
Pengintegrasian pendidikan kewirausahaan melalui muatan lokal di SMP Satu Atap memuat karakteristik budaya lokal, keterampilan, nilai-nilai luhur budaya setempat dan mengangkat permasalahan sosial dan lingkungan yang pada akhirnya mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dasar (life skill) sebagai bekal dalam kehidupan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Integrasi pendidikan kewirausahaan di dalam mulok terintegrasi di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan dapat menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan peserta dididk SMP Satu Atap Kaliombo Kabupaten Pekalongan. (pg1/ida)

Baca juga:  Siewavichom Optimalkan Pembelajaran Sejarah Masa Pandemi

Kepala SMP Satu Atap Kaliombo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya