alexametrics

Menulis Permulaan di Rumah Asyik dengan Tracing The Dot

Oleh : Heni Rosidah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran membaca dan menulis merupakan bagian dari empat keterampilan Bahasa yang meliputi membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Membaca dan menulis permulaan bagi siswa sekolah dasar kelas rendah, mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, bagi mereka yang sama sekali belum mengenal huruf. Namun demikian, sebagai guru kelas rendah, penulis yang berdinas di SDN 02 Jrakah Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, harus membuat skenario pembelajaran yang menarik bagi siswa di masa pandemi.

Menurut Saleh Abbas (2006:125) keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata, dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Keterampilan membaca dan menulis di kelas satu merupakan pemeblajaran yang paling mendasar karena menjadi dasar pelajaran bagi kelas selanjutnya.

Baca juga:  Metode Karya Wisata untuk Tingkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi

Ada beberapa metode yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis permulaan. Teknik Tracing the Dot merupakan salah satu metode yang sering digunakan. Teknik Tracing the Dot adalah cara menulis dengan menebalkan tanda titik-titik atau garis-garis samar yang membentuk pola huruf, angka, atau bentuk tertentu sebagai jejak dalam mengenal dan menulis huruf, angka, dan bentuk lainnya. Manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas menulis dengan teknik tersebut antara lain ialah membantu anak mengenali huruf, angka, dan bentuk simbol lainnya; menjadi media pembelajaran yang menyenangkan disertai rileksasi dalam belajar menulis; melatih anak merangkai huruf, angka, bahkan kata dengan kreatif; melatih anak menjalani proses menulis secara bertahap dan teratur; melatih kesabaran dan ketekunan; mengembangkan imajinasi dan kreasi; membangkitkan selera estetika; melatih kerja koginisi, reflek, dan motorik anak; dan lain-lain.

Baca juga:  Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Pembelajaran Daring

Tracing the Dot cocok digunakan guru dan orang tua selama masa Belajar dari Rumah. Pelaksanaannya bisa di dalam kelompok kecil individual, di rumah. Orang tua bisa menyiapkan materi latihan menulis dari bahan cetakan yang dapat diperoleh dengan cara membuat sendiri atau dengan lembaran kertas yang diberikan oleh guru.

Jika anak sudah mampu menulis dengan menyambungkan tanda titik pada bentuk huruf dan angka, bisa dilanjutkan dengan menebalkan huruf atau angka yang dicetak tipis, menulis huruf tunggal, menjiplak, menulis suku kata, dan menulis kata. Agar anak mampu mengenali huruf sekaligus belajar menulis lanjut, kenalkan terlebih dahulu huruf-huruf vokal, lalu ajarkan anak menulis huruf-huruf tersebut, baik huruf kecil maupun huruf besar dengan menebalkan huruf dan angka yang disiapkan dengan ditulis tipis. Setelah dianggap cukup, dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu huruf konsonan. Selanjutnya, anak dilatih belajar menulis dengan menggabungkan dua jenis huruf, baik huruf vokal maupun konsonan, sehingga membentuk suku kata, seperti “ba, ca, sa, ta dan seterusnya.

Baca juga:  Melejitkan Kemampuan Menyelesaikan Permasalahan Fisika

Praktik pembelajaran Tracing the Dot dapat dipelajari siswa melalui media kertas yang di dalamnya berisi huruf-huruf yang bentuknya berupa garis putus-putus. Dengan bantuan orang tua sebagai pendamping anak, terlebih dahulu guru mempraktikan alur menulis yang benar. Bisa dilakukan guru dengan menyertakan video pembelajaran bagaimana teknik menulis yang benar dengan Tracing the Dot, kemudian guru membagi video tersebut melalui grup ruang belajar. Secara berkala, siswa diminta membuat video pembelajaran saat anak memraktikkan menulis dengan Tracing the Dot. (pg1/ton)

Guru SDN 02 Jrakah, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya