alexametrics

Mengembangkan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Role Play

Oleh: Dra. Suciarti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu misi yang diemban oleh mata pelajaran PPKn adalah sebagai pendidikan karakter, adapun misi lain adalah sebagai pendidikan politik, pendidikan demokrasi, pendidikan moral. Dan dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya PPKn merupakan salah satu ujung tombak dalam pendidikan karakter anak bangsa artinya mata pelajaran PPKn tersebut menjadikan pendidikan karakter sebagai tujuan utamanya.

Apalagi saat ini dimana bangsa sedang mengalami krisis karakter sehingga hal ini menjadi suatu tantangan bagi kami khususnya guru PPKn untuk senantiasa berupaya memberikan suatu pembelajaran yang tidak hanya mampu memberikan pengetahuan kepada peserta didik saja akan tetapi juga mampu mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa dan salah satunya adalah nilai-nilai nasionalisme pada peserta didik. Sebagaimana yang kami lakukan pada proses pembelajaaran PPKn di SMPN 2 Tirto Kabupaten Pekalongan khususnya kelas VIII semester genap pada KD.3.4. Menganalisa Makna Dan Arti Kebangkitan Nasional 1908 Dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu dengan menyajikan pembelajaran PPKn dengan metode role play untuk mengembangkan nilai-nilai nasionalisme pada peserta didik.

Baca juga:  Hadapi Pembelajaran saat Pandemi dengan Optimalisasi Office 365

Menurut Ratna Megawangi bahwa pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan yang bijak dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari,sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Sedangkan metode pembelajaran menurut Sujana (2005:76) adalah suatu strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Metode merupakan perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pembelajaran secara teratur. Dari berbagai metode inovatif yang ada diantaranya adalah metode role play atau metode bermain peran. Sugihartono (2006 : 83) menjelaskan metode role play adalah metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan peserta didik dengan cara memerankan suatu tokoh sehingga peserta didik berlatih untuk penghayatan dan terampil sesuai materi yang dipelajari.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Puisi Lebih Mudah dengan Spider Concept Map

Metode bermain peran ini diyakini mampu mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan dan mampu mengembangkan nilai-nilai nasionalisme. Melalui permainan ini peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran khususnya dalam memerankan suatu tokoh dalam peristiwa kebangkitan nasional bangsa dan menjadikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Adapun konsep penerapan metode role play adalah sebagai berikut: Guru menyiapkan skenario sesuai dengan materi yang dibahas yang akan ditampilkan yaitu tentang Kebangkitan Nasional, skenario dirancang sesuai dengan tema dan dikembangkan oleh peserta didik sesuai dengan kreatifitas dan imajinasinya. Guru menyampaikan kegiatan yang harus dikerjakan sampai pada proses pembuatan videonya sebagai laporan untuk penilaian. Dengan dipandu oleh guru peserta didik menyusun alur cerita dan memvideokan.

Baca juga:  Efektifkan Pemahaman Ayat-Ayat Berpikir Kritis dengan POT

Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai sehingga peserta didik tahu tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan dipandu guru peserta didik menentukan batas pengumpulan tugas tersebut dan mempresentasikan. Kasus yang diperankan pada metode role play hendaknya kasus yang ada penyelesaian masalah sehingga peserta didik dituntut untuk dapat berfikir menyelesaikan masalah tersebut dan menyimpulkannya. Guru mengkomunikasikan berbagai macam pendapat dari peserta didik. Evaluasi yaitu pemberian soal atau tugas untuk mengetahui kepahaman peserta didik tentang materi yang dipelajari.

Dari pembelajaran bermain peran atau role play ini dinilai sangat efektif sebagai pengalaman belajar serta mampu menanamkan nilai-nilai nasionalisme sehingga materi bisa langsung terserap dan tersampaikan dengan baik. (pg1/zal)

Guru SMPN 2 Tirto Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya