alexametrics

Drill Perkalian Mudahkan Siswa Menyederhanakan Bentuk Akar

Oleh : Sri Arianti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan pelajaran yang sangat menarik dan menyenangkan, apabila cara mengajar dan proses pembelajarannya menarik, kreatif dan menyenangkan. Cara untuk mewujudkan pembelajaran matematika yang menarik, kreatif, dan menyenangkan adalah dengan menggunakan metode, teknik, dan pendekatan tertentu dalam melaksanakan pembelajaran matematika.

Hal ini disebabkan pelajaran matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak. Sifat abstrak yang dimiliki pelajaran matematika membuat siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Kesulitan ini dialami oleh siswa SMP Negeri 7 Pemalang kelas IX pada saat memahami materi bentuk akar. Sebanyak 74 persen nilai ulangan menyederhanakan bentuk akar yang diperoleh siswa masih di bawah KKM.

Bentuk akar merupakan akar dari suatu bilangan yang hasilnya bukan bilangan rasional. Bentuk akar juga merupakan bentuk lain untuk menyatakan bilangan berpangkat. Sedangkan bilangan berpangkat adalah bentuk sederhana perkalian berulang dari suatu bilangan yang sama yaitu bilangan yang dipangkatkan.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur melalui Voice Note di Masa Pandemi

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka untuk mempermudah siswa dalam menyederhanakan bentuk akar, penulis menggunakan metode drill perkalian. Metode drill adalah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar siswa melakukan kegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang dipelajari (Roestiyah N.K, 2010: 125).

Menurut Nana Sudjana (2011: 86) metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi permanen. Ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama. Metode drill perkalian adalah suatu teknik mencongak, dan hafalan mengalikan dua bilangan yang sama ataupun berbeda secara ulang-ulang supaya siswa memiliki kecepatan dan ketepatan dalam menentukan hasil perkalian dua bilangan. Siswa yang cepat dalam berhitung dan tepat dalam menjawab soal perkalian, akan lebih mudah dalam menyederhanakan bentuk akar.

Baca juga:  Efektivitas Metode Outdoor Study untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran IPS

Pelaksanaan drill perkalian diawali dengan pemberian pengumuman kepada siswa melalui google classroom. Siswa diberitahu bahwa pada setiap pembelajaran matematika akan diselingi dengan kuis tentang perkalian. Siswa yang dapat menjawab kuis tersebut dengan cepat dan dengan jawaban yang benar, akan diberi hadiah berupa tabungan nilai sebanyak 1 untuk setiap satu jawaban benar. Tabungan nilai ini dapat digunakan siswa untuk menambah nilai tugas siswa. Kuis dilaksanakan pada awal dan akhir pembelajaran.

Pada awal dan akhir proses pembelajaran matematika menggunakan zoom, siswa diminta untuk menjawab cepat dan tepat dengan sebelumnya mengacungkan tangan kanannya. Selanjutnya 2 soal tentang perkalian dua bilangan diberikan secara bertahap. Siswa mengacungkan tangan kanannya sebelum diberi kesempatan untuk menyampaikan jawabannya.

Baca juga:  Penggunaan Komik Mampu Tingkatkan Hasil Belajar Hukum Newton

Jika terdapat lebih dari satu siswa yang mengacungkan tangan kanannya, maka siswa diminta untuk menjawab secara bergantian. Setelah semua siswa yang mengacungkan tangan kanan selesai menjawab, jawaban yang benar diberitahukan kepada siswa dan siswa yang berhasil menjawab dengan jawaban yang benar diberikan reward. Nilai siswa langsung ditulis dibuku daftar nilai siswa.

Pembelajaran matematika yang selalu diselingi dengan kuis perkalian, memotivasi siswa untuk selalu belajar perkalian dua bilangan. Kuis perkalian yang selalu dilaksanakan pada setiap pembelajaran matematika merupakan wujud dari drill perkalian. Drill perkalian meningkatkan kecepatan dan ketepatan siswa dalam menghitung perkalian dua bilangan sehingga mempermudah siswa dalam menyederhanakan bentuk akar. Buktinya adalah setelah pelaksanaan drill perkalian, 89 persen siswa berhasil memperoleh nilai tidak kurang dari KKM. (pg1/lis)

Guru Matematika SMPN 7 Pemalang, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya