alexametrics

Pengenalan Agama melalui Seni pada Anak Usia Dini

Oleh: Suharti, S.Pd. AUD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN sentra adalah desain sentral yang diantaranya yaitu lembaga peserta didik, aturan belajar, desain belajar, belajar alam, desain belajarnya, dan desain lembaga. Cara pembelajaran sentra akan memfokuskan tutor disaat pembelajaran. Construction aktifitas pembelajaran sentra akan tercapai dilaksanakan di dalam ataupun di luar kelas, bermacam-macam kegiatan bermain dengan peralatan yang dibutuhkan berdasarkan tugas perkembangan merupakan arti dari sentra bermain (Ratina 2012). Sentra bermain bertujuan memberi luang kepada peserta didik untuk membudidayakan kemampuan, kesukaan dan keahlian. Pola aktifitas sentral seni meliputi keterampilan peserta didik untuk menggunting, melipat, mewarnai, mengelem membuat kerajinan yang berbeda- beda (Intan and Subar 2017).

Anak akan meningkatkan keahlian motorik lembut, sinkronisasi lengan dan penglihatan, persepsi, ungkapan diri, dan estetic ketimbang efek sentral seni secara mandiri. Pendidikan Anak Usia Dini, ada dua kegiatan yang dikembangkan di sentra seni yaitu, seni musik dan seni kriya. Sentra seni mengembangkan kemampuan motorik halus, kesesuaian gerak, nada dan aspek sosial emosional. Melalui aktifitas seni, akan meningkatkan daya cipta serta kreatifitas yang orisinil dan bersifat individual. Melalui aktivitas seni juga, anak dapat mengekspresikan diri (Suharto 2012; Sugiarto 2014). Sedangkan Emosi yang tidak dapat diekspresikan baik melalui verbal dapat dicurahkan anak melalui suatu karya seni, misalnya melalui lukisan, seni rupa, bernyanyi, menari dan sebagainya.

Baca juga:  Arahkan 300 TK dan PAUD Laksanakan HI

Pembelajaran memfokuskan pokok yaitu titik pusat diantaranya; belajar mengajar beradaptasi terhadap hakikat perkembangan anak, beradaptasi terhadap keperluan anak. Belajar sembari bermain/ bermain sembari belajar, memakai pendekatan umum, artistik dan terampil, area mendukung, meluaskan kecakapan berjiwa merupakan arti dari BCCT. Maka dari itu, diharapkan untuk anak diberikan kebebasan dalam mengembangkan kemampuan seninya. Beragam tentang keahlian yang dimiliki anak pada semua aspek tumbuh kembang, meliputi segi kadar agama serta moral, fisik dan motorik, psikologis, bercakap, sosial emosional, dan seninya,

Banyak teori ataupun orang-orang yang budiman berpendapat faktor agama serta adab adalah yang pertama dan harus membangun sebuah masyarakat yang teratur, damai serta aman, sebab sebuah peradaban akan menurun akhlak pada masyarkat. Salah satu tanggungjawab utama yang harus dilaksanakan oleh keluarga (orang tua) atau pendidik yaitu harus diabadikan serta diajarkan nilai- nilai keagamaan serta akhlak (moral) pada anak sejak kecil supaya terbentuknya karakter yang berderajat dan terbentuk sebuah tatanan dimasyarakat yang beradab (akhlak).

Baca juga:  ESSEMMU Mengukir Prestasi Peserta Didik

Pendidikan berkenaan dengan keimanan dan ketaatan anak sejak dini mengamati ajaran-ajaran dalam prosedur iman dan taqwa anak adalah mengarahkan anak mengatakan lafaẓ Allah SWT. ia diajarkan aturan membaca kalimat keyakinan/tauhid. Menumbuhkan mahaba dengan Allah SWT dan rasul-Nya sejak dini kepada anak. Memberikan pengetahuan tentang Alquran kepada anak sejak dini. Mengajar anak dalam melaksanakan shalat. Mengajar anak agar berakhlak yang baik. Beberapa hal yang bisa meningkatkan keimanan serta ketaqwaananak sejak dini yang bisa dilakukan oleh guru/kedua orang tua adalah: Suritauladan yang baik., Lagu-lagu Islami, Doa (permintaan), Pedoman (Alquran), Tarih Islam/siroh nabawi dan Beribadah
Pelaksanaan pembelajaran seni berbasis agama dengan anak didik bukanlah diberlakukan secara langsung, tetapi harus melewati bagian-bagian membuat rancangan pembelajaran, menyesuaikan tahapan perkembangan anak dan menyiapkan media pembelajaran. Seperti yang diterapkan di TK Muslimat NU Susukan, Pemalang. Pendidik (guru) memilah teknik yang cocok terhadap pembelajaran yang akan diberikan yaitu teknik pertunjukan yang telah dirancang selayaknya dengan tujuan agar anak-anak tidak jenuh serta tidak serasa dipaksa dalam belajar. Dengan seni akan bertambah bertambah efisien dan dapat diterima oleh anak dalam daya nalar anak-anak yang masih sangat terbatas. (pg1/zal)

Baca juga:  Tetap Sehat dengan Senam Irama

TK Muslimat NU Susukan, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya