alexametrics

Mudah Hafal Materi Pelajaran IPS melalui Mind Mapping

Oleh : Sri Lasmi S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERLAKUNYA kurikulum 13, materi yang diajarkan saling terkait dan menyatu dengan sebutan tematik. Bahkan sebutan untuk tiap mata pelajaran (mapel) berubah dengan sebutan muatan pelajaran (mupel). Tiap muatan pelajaran, saling terkait dan menyatu satu sama lain. Meski sebenarnya tiap muatan pelajaran mempunyai esensi sendiri-sendiri. Karena itu, guru harus lebih cerdas dan kreatif untuk memberikan suguhan materi tiap mupel secara cantik sehingga materi pelajaran mudah diserap dan dikuasai peserta didik.

Demikian juga dalam mupel IPS yang paling tidak menyukai siswa dengan alasan banyak hafalan. Selain karena kemampuan menghafal siswa banyak yang masih rendah, peran guru dalam proses pembelajaran sangat besar pengaruhnya. Guru selama ini menerapkan pendekatan yang kurang tepat, yakni mengembangkan kemampuan berpikir siswa melalui menghafal secara konvensional. Dalam proses pembelajaran, guru jarang melakukan variasi pembelajaran. Hal ini terjadi pada siswa kelas VI SDN 04 Susukan, khususnya pada materi Makna Proklmasi Kemerdekaan. Sekitar 54 persen hasil belajar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan hasil rata-rata 68,5.

Baca juga:  Model PBM Genjot Siswa Memahami Bilangan Bulat Negatif-Positif

Hasil belajar siswa dipengaruhi dua faktor, yaitu dari dalam dan dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor dari dalam terdiri atas jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh), psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan), dan kelelahan. Faktor dari luar di antaranya faktor keluarga (cara orang tua mendidik relasi antaranggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan), sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan gedung, metode belajar), dan masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul).

Berdasarkan hal tersebut, penulis berusaha menggunakan metode mengajar yang lebih variatif yaitu memanfaatkan MP (Mind Mapping) pada pembelajaran IPS. Mind Mapping artinya proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu yang membentuk korelasi konsep menuju pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan mudah dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak. Mind Maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind Mapping mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir kreatif. Mind Mapping sering disebut peta konsep merupakan alat berpikir organisasional yang sangat hebat. Bahkan menawarkan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony Buzan, 2008:4).
Beberapa manfaat menggunakan Mind Mapping di antaranya tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali. Lebih mudah dipahami dan diingat. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind. Mind Mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses mengingat dan mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.

Baca juga:  Dengan Media Video Pembelajaran Hafalan Doa Sehari-Hari Lebih Mudah

Setelah Mind Mapping diterapkan dalam proses KBM Mupel IPS, guru mengamati siswa lebih antusias belajar IPS karena pembelajaran lebih bervariasi, siswa tidak mudah bosan, mereka bisa menuangkan ide-ide kreatif, gagasan-gagasan murni dan menemukan sendiri hal-hal penting dari materi yang dipelajarinya. Dengan begitu, belajar lebih bermakna dan tercapai tujuan pembelajaran yang sesuai indikator pembelajaran yang diharapkan. Hal ini terbukti hasil belajar peserta didik dalam penguasaan materi Makna Proklamasi Kemerdekaan lebih meningkat menjadi 78 persen siswa mendapat nilai di atas KKM dengan rata-rata nilai 76 dan siswa lebih semangat dan antusias dalam mengukuti pembelajaran. (pg1/ida)

Guru SDN 04 Susukan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang

Baca juga:  Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Metode Role Playing

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya