alexametrics

Motivasi Bermain Karet dalam Penjumlahan

Oleh : Murini,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENJUMLAHAN dalam matematika yang diterapkan pada siswa kadang menjadi kendala bagi guru. Siswa cenderung malas tidak mau memerhatikan guru. Pembelajaran dengan menulis di papan tulis terkesan monoton, membuat anak jenuh dan sulit untuk menangkap pelajaran. Kadang juga siswa bermain sendiri tidak memperhatikan apa yang guru sampaikan.

Oleh karena itu teknik yang digunakan harus bisa menarik siswa. Menjadikan rasa simpati supaya siswa bisa mengubah karakter siswa dengan sendirinya. Suasana yang mengasyikan dengan belajar dan bermain akan membuat siswa termotivasi dalam belajar.

Peran guru untuk memacu semangat siswa belajar sangat lah penting. Guru perlu menggunakan model pembelajaran yang menantang, asyik dan kreasi yang unik.

Baca juga:  Kepala Sekolah Motivator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Berbagai metode yang digunakan agar siswa mengerti dan memahami pembelajaran dengan cepat, bisa diterima siswa dan orang tua. Perlu trik-trik yang harus dikuasai guru dalam mendidik dan mengajar. Salah satu metode yang dilakukan guru adalah menggunakan trik bermain karet dalam menghitung penjumlahan.

Adapun cara yang ditempuh dengan mengumpulkan karet yang dibawa oleh siswa. Kegiatan yang dilakukan dengan melempar karet ke dalam beberapa botol yang sudah disediakan oleh guru. Dari botol 1, 2, 3, 4 siswa bergantian melemparkan karet tersebut dan menghitung berapa karet yang masuk dan berapa karet yang tidak masuk dalam botol. Di situlah siswa bisa menghitung dengan bilangan jumlah karet dan menuliskan hasil jumlah ke papan peraga. Dari hasil karet tersebut bisa dituliskan jumlah botol 1 dan botol 2 dan menyusunnya menjadi sebuah bilangan penjumlahan. Dengan menghitung jumlah karet maka siswa dapat menghitung berapa jumlah semua karetnya.

Baca juga:  Belajar Teks Naratif Lebih Mudah dan Menyenangkan melalui Drama

Langkah yang kedua siswa bisa bermain dengan merangkai karet yang ada menjadi sebuah beberapa ikatan. Lalu siswa bisa menghitung ulang jumlah karet yang diikat.

Di situlah siswa bisa mengingat berapa jumlah siswa yang sudah terikat. Metode ini mengajarkan anak untuk berpikir kreatif dan mudah dalam penjumlahan, bermain asyik dan menyenangkan merupakan model pembelajaran yang sangat diminati oleh siswa kelas satu SD.

Pembelajaran bilangan yang diterapkan dengan media karet menjadikan semangat siswa dalam belajar. Kegiatan ini memacu guru untuk menciptakan suasana baru yang akif di dalam kelas juga sebagai strategi untuk fondasi siswa dalam menghitung. Selain itu memacu siswa untuk aktif dalam belajar. Dengan demikian antara guru dan siswa ada hubungan yang erat. Hubungan yang menyenangkan dimana guru berperan sebagai teman siswa yang ikut dalam kegiatan bermain. Siswa yang merasa tidak bisa juga akan menjadi semangat dalam pembelajaran. Jadikan inspirasi setiap kegiatan pembelajaran yang membuat senang, menarik dan tertarik. Meningkatkan dalam segala upaya dan aspek dalam kegiatan belajar mengajar. (btj2.2/lis)

Baca juga:  Group Investigation, Upaya Tingkatkan Prestasi Belajar IPS

Guru SDN 05 Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya