alexametrics

Belajar Teks Explanation lewat Poster Exhibition

Oleh: Tri Andari Setyaningrum,S.Pd.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERAWAL dari sikap siswa yang merasa kesulitan dalam belajar Bahasa Inggris secara lisan. Dalam mengerjakan tugas secara tertulis siswa mampu mengerjakan namun saat diminta menyampaikan secara lisan mereka mengalami kesulitan. Banyak siswa yang kurang senang belajar bahasa inggris, karena menganggap mata pelajaran ini menjadi kendala disebabkan tidak digunakan dalam komunikasi sehari harinya. Sebagian para siswa merasa jenuh, bahkan stress bila mengikuti pelajaran ini apalagi jika pembelajaran tidak dibarengi dengan latihan yang menarik dan menyenangkan.

Siswa banyak memilih diam saat diminta bicara dalam bahasa inggris, siswa tidak percaya diri saat berbicara di depan kelas, dan siswa kurang mengembangkan kosa kata saat berbicara, sehingga mempengaruhi mutu bicaranya. Ini juga terlihat pada saat guru memberikan pertanyaan pada murid dalam Bahasa Inggris, murid tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Murid yang lain hanya melihatnya dan diam. Guru mengulang kembali pertanyaannya dan murid paham tentang pertanyaan guru dan tahu jawabannya dalam Bahasa Indonesia, namun dia tidak dapat mengungkapkannya dalam Bahasa Inggris. Banyak siswa yang tidak merasa perlu untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bahkan mereka tidak tertarik sama sekali untuk melakukannya. Gambaran ini yang terlihat di kelas Bahasa Inggris.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Interaksi Transaksional dengan Topiku Ada Lima

Berdasarkan uraian di atas, salah satu cara memperbaiki proses pembelajaran adalah dengan penerapan model dan media pembelajaran inovatif dan kreatif. Model pembelajaran yang tepat digunakan adalah model Project Based Learning menggunakan Poster Exhibition sebagai medianya.

Project Based Learning adalah Model pembelajaran berbasis proyek, dalam Abidin (2007:167) menjelaskan bahwa model pembelajaran ini yang secara langsung melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek pembelajaran tertentu. Model pembelajaran berbasis proyek ini sebenarnya bukanlah model baru dalam pembelajaran.

Model Project Based Learning memiliki kelebihan pada ketrampilan siswa dalam menciptakan atau menghasilkan suatu proyek sedangkan untuk kelemahannya model Project Based Learning ini memerlukan banyak waktu dalam proses pembelajaran, guru harus memantau setiap aktivitas siswa, jadi aktivitas guru harus ekstra kerja keras dalam mengawasi pada setiap aktivitas siswa.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Describing an Animal dengan Fabulous Flag

Langkah – Langkah model pembelajaran Project Based Learning adalah: Pembelajaran yang dimulai dengan pertanyaan mendasar. Mendesain perencanaan proyek. Menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Memonitor siswa dan kemajuan proyek. Menguji Hasil. Mengevaluasi pengalaman.

Poster Exhibition adalah sepotong kertas yang di design agar bisa menempel pada dinding atau bidang datar lainnya. Umumnya muatan poster adalah gambar dan tulisan meski kadang hanya berisi gambar saja atau sebaliknya hanya tulisan saja. Poster menjadi salah satu topik pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah disamping juga brochure, pamphlet, banner dan teks fungsional lainnya.

Setelah siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang, masing – masing kelompok di berikan tema yang berbeda tentang materi Explanation (How or Why something happened), kemudian siswa diberikan waktu berdiskusi selama satu minggu dan dalam proses satu minggu tersebut siswa dapat berkonsultasi dengan guru dan menyampaikan perkembangan dari tugas proyek membuat poster, setelah poster siap, poster – poster dari masing – masing kelompok di tempel di dinding dan siswa saling berbagi tugas dua orang yang menunggu poster apabila ada pertanyaan dari kelompok lain, dan dua siswa lainnya berkeliling mencari informasi dari poster kelompok lain, setelah mendapat informasi yang di dapat, secara bergantian masing-masing kelompok menyampaikan isi dari poster yang sudah di buatnya dan menceritakan informasi yang didapat dari berkeliling melihat hasil poster kelompok lain. Disini guu memberikan feedback terhadap presentasi yang sudah diberikan.

Baca juga:  Membangun Budaya Literasi Bahasa Inggris dengan Enroment 30

Tanpa terasa siswa banyak mendapatkan pelajaran, selain belajar menulis dan berbicara dalam Bahasa inggris, mereka juga belajar pengalaman hidup dengan bekerja sama dengan orang lain dan saling berbagi ide dan pikiran, serta mereka semakin terasah kreatifitas dan inovasinya dalam menciptakan sebuah karya. Dan di hasil akhir model dan media pembelajaran yang digunakan akan sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Seperti yang diterapkan di SMAN 7 Surakarta. (kb4/zal)

Guru SMAN 7 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya