alexametrics

Belajar Tajwid dengan Metode Sang Dai Lik

Oleh : Eko Puspita Dewi, S.Pd.I, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran layaknya berlangsung dalam suasana yang kondusif, baik bagi guru, terutama bagi peserta didik. Di sekolah telah lama dikembangkan pola pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning), tetapi tentunya bukan sekadar menyenangkan juga harus bermakna.

Pembelajaran akan bermakna jika ada lesson point yang didapat oleh peserta didik bahkan juga guru pada tiap kurun pembelajaran. Berdasarkan pengalaman dan data penulis selama pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi tajwid hukum bacaan mad ternyata motivasi belajar masih cenderung rendah dan kurang antusias.

Rendahnya prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran mapel Pendidikan Agama Islam kompetensi dasar tajwid hukum bacaan mad disebabkan hal-hal sebagai berikut : peserta didik tidak aktif selama proses pembelajaran.

Peserta didik merasa tidak tertarik terhadap pembelajaran tajwid, masih banyak peserta didik yang tidak konsentrasi terhadap pembelajaran. Guru kurang mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru kurang optimal dalam memanfaatkan media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Metode Sisir, Cara Mudah dan Praktis Siswa Belajar KPK dan FPB

Upaya guru dalam memperbaiki pembelajaran adalah dengan mengubah proses pembelajaran yaitu memilih model pembelajaran yang mampu memotivasi, mengaktifkan peserta didik sehingga peserta didik tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

Model pembelajaran tersebut hendaknya mampu mengaktifkan peserta didik dan memberi kesempatan peserta didik untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya. Maka media pembelajaran yang dikembangkan adalah Sang Dai Lik yaitu memasang dan membalik ini adalah model pembelajaran kooperatif dengan cara mencari pasangan soal/jawaban yang tepat, siswa yang sudah menemukan pasangannya sebelum batas waktu akan mendapat poin.

Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban dan dibacakan di depan kelas. Hal ini juga terjadi dan dialami peserta didik kelas 8 E SMPN 1 Bawen, Kabupaten Semarang dengan menggunakan media Sang Dai Lik pada materi tajwid hukum bacaan mad peserta didik sangat antusias, senang, termotivasi, tertantang dan meningkat rasa kerjasama sesama teman.

Baca juga:  Pemkab Semarang Tambah Sekolah, Dekatkan Fasilitas Pendidikan ke Masyarakat

Pada langkah pertama guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Sebaiknya satu bagian kartu berisi soal dan bagian lainnya berisi jawaban. Di balik kartu jawaban ditulis contoh bacaan tajwid hukum mad.

Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Tiap siswa memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegangnya. Langkah kedua setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Setelah mendapatkan kartu yang cocok, kemudian kartu itu dibalik dan dibaca contoh bacaan hukum mad nya. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya demikian seterusnya.

Baca juga:  Membuat Video Ungkapan Hope dan Congratulation dengan Handphone

Hasil pencarian kartu soal dan jawaban secara kelompok ternyata sangat memuaskan karena hampir 80 persen jawaban benar dan membuktikan bahwa peserta didik merasa senang, dan bersemangat untuk menyelesaikan tugas dari guru. Begitu pula kreativitas dan kemampuan untuk menjawab serta memahami soal yang selama ini dimiliki.

Peserta didik memiliki tempat untuk penyaluran dan merasa senang serta puas akan hasil jawabanya. Peserta didik lebih berani mengucapkan bacaan Alquran hukum bacaan mad Mereka lebih senang, dinamis dalam berdiskusi serta lebih mudah memahami materi yang dipelajari saat pembuatan dan menjawab dengan media Sang Dai Lik. (bw1/lis)

Guru SMPN 1 Bawen, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya