alexametrics

Belajar Melalui Brainstorming Menanamkan Karakter Saling Menghargai

Oleh : Ana Prastiwi, S. Pd. M. Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Abad 21 merupakan masa kritis terjadinya perubahan yang cukup drastis bagi generasi milenial terhadap moral, toleransi, dan persatuan. Perubahan cepat terjadi mempengaruhi karakter generasi muda karena perkembangan teknologi dan globalisasi yang melesat tanpa batas.

Sering kita dapati berita tentang tawuran pelajar, konflik karena berbeda pandangan, saling tebar fitnah, dan sifat egois yang merebak berdampak pada perpecahan saudara sebangsa. Hal tersebut sangat memprihatinkan jika tidak adanya tindakan preventif dan pembiasaan penanaman karakter menghargai. Guna menyikapi keprihatinan karakter yang hampir lepas dari tradisi kepribadian bangsa dengan semangat kegotongroyongan dan tepo sliro (saling menghargai) diperlukan upaya preventif yang strategis melalui lembaga pendidikan. Pembiasaan karakter saling menghargai dapat tertanam melalui proses pembelajaran sehari-hari, sebagaimana yang tertulis dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Upaya penanaman karakter saling menghargai dilakukan dalam kegiatan cara belajar siswa melalui strategi brainstorming.

Baca juga:  Belajar Bangun Ruang Menggunakan Media Papercraft Sangat Menyenangkan

Belajar merupakan proses yang kompleks pada setiap individu di sepanjang hidupnya yang terjadi antara individu dengan lingkungannya. Seseorang telah melakukan belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku karena perubahan pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Brainstrorming atau curah pendapat adalah cara pemecahan masalah dengan mengumpulkan berbagai kemungkinan pemikiran yang disampaikan oleh setiap siswa. Berbagai pandangan, pemikiran, maupun usulan siswa ditampung dan dievaluasi untuk memperoleh jawaban terbaik, kreatif, dan inovatif (Agoes Darivo, 2013:122). Peran aktif siswa sangat penting karena semua siswa mengikuti pembelajaran. Seorang guru berperan sebagai motivator agar setiap siswa berani mengemukakan gagasan, bertanya, memberi saran, maupun kritik yang bersifat membangun berkaitan dengan tema yang sedang dibahas. Pendapat siswa perlu ditampung untuk dibahas bersama agar diperoleh inti pemikiran yang sesuai dalam upaya pemecahan masalah.

Baca juga:  Pembelajaran Materi Transformasi, Menyenangkan dengan Power Point Interaktif

Sebagai seorang guru ilmu pengetahuan sosial, penulis merasa ingin menanamkan dan membiasakan anak didiknya memiliki rasa menghargai pendapat orang lain. Sebelum membahas materi baru, penulis mengulas materi sebelumnya dengan cara tanya jawab dilanjut pembahasan materi dengan menyajikan suatu masalah agar siswa mencurahkan pendapat (brainstrorming) pada tema perjuangan meraih kemerdekaan. Saat menjawab pertanyaan maupun saat menyampaikan pendapat, siswa yang lain diimbau untuk mendengarkan. Setelah selesai berpendapat, siswa lain diberi kesempatan untuk memberi saran atau kritik yang membangun. Jika terjadi perbedaan pendapat, siswa bersama guru membahas dengan cara memberikan pandangan-pandangan dari peristiwa nyata menuju kesamaan pandangan agar siswa terbiasa dapat menyelesaikan masalah dan menetralisir perbedaan dengan cara yang bijaksana berdasarkan pengalaman positif yang diketahuinya. Belajar melalui strategi brainstrorming jika dilakukan secara rutin dan berulang diharapkan dapat membentuk jiwa tepo sliro dan sikap saling menghargai terhadap pendapat orang lain walau pendapatnya berbeda agar dapat disikapi dengan cara kalem dan bijaksana.

Baca juga:  Belajar Teks Prosedur Menyenangkan dengan "Two Stay Two Stray”

Upaya membangun masa depan bangsa yang bersatu, melestarikan semangat gotong royong dan tepo sliro bukanlah sebuah wacana, melainkan sebagai sebuah landasan pengembangan karakter yang harus diperjuangkan karena dibutuhkan sebagai landasan bagi tegaknya demokrasi dan kasatuan bangsa. Marilah kita lestarikan jiwa tepo sliro untuk generasi bangsa. (bw3/ton)

Guru IPS SMP N 1 Ungaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya