alexametrics

MeMe, Tingkatkan Kreativitas dalam Menggambar Batik

Oleh : Agus Setyo Widodo S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MEMBUAT desain gambar batik merupakan langkah awal siswa dalam mempelajari pembuatan batik. Dalam menggambar batik banyak motif ragam hias yang bisa dipakai mulai motif geometris maupun non geometris, berupa ragam hias flora, fauna, manusia dan benda mati. Meskipun banyak pilihan, kemampuan siswa dalam menentukan desain gambar yang akan dibuat masih kurang dan menghabiskan waktu untuk mencari ide atau gagasannya. Hal ini terjadi karena siswa baru pertama kali atau belum berpengalaman membuat desain gambar batik.
Melihat fenomena di atas, maka perlu menerapkan metode membuat desain gambar yang mudah ditiru dan dilakukan siswa. Maka alternatif solusinya adalah menerapkan metode MeMe (Meniru dan Merubah) dalam mendesain gambar batik. Metode ini merupakan cara paling mudah untuk membantu siswa yang kesulitan menemukan ide atau gagasan. Dengan diberikan contoh-contoh desain gambar motif batik, baik yang motif geometris maupun non geometris. Siswa dapat memilah dan memilih sesuai dengan keinginannya untuk ditiru. Manfaat dari metode meme ini, memancing kreatifitas siswa untuk menemukan ide atau gagasannya.

Baca juga:  Media Konkret untuk Tingkatkan Pemahaman Pelajaran Matematika

Dengan menerapkan metode Meme dalam mendesain gambar batik, siswa terlatih dan terpancing kreatifitasnya untuk meniru dan merubah desain gambar batik dari contoh yang ada. Seperti yang dikatakan Hurlock (1999:2-4), terdapat 8 indikator kreatifitas secara portlier yaitu: pembuatan sesuatu yang baru, kreasi sesuatu yang baru dari orsinal , apa saja yang diciptakan selalu baru dan berbeda dari yang telah ada dan menunjukkan keunikan, merupakan proses mental yang unik, kecerdasan tinggi, sarana konsep, imajinasi dan fantasi serta bentuk permainan mental, penurut (can fermers) dan pencipta (kreator). Langkah langkah melakukan MeMe yaitu: guru membagikan contoh-contoh gambar batik, siswa meniru desain, merubah hasil desain yang sudah jadi atau langsung merubah saat pembuatan desainnya, dilanjutkan pewarnaan sesuai keinginan siswa dan penyempurnaan. Contoh gambar bisa mendapatkan lewat internet dan di sesuaikan tingkatan kemampuan siswa serta dicetak dalam ukuran HVS untuk memudahkan dalam membuat desainnya. Bagi siswa yang kesulitan bisa dibantu dengan memberi contoh kreativitas perubahan pada desainnya untuk dikembangkan sendiri. Hasil gambar menjadi bagus dan bervariatif baik motif ragam hiasanya maupun dalam pewarnaannya.

Baca juga:  Menggambar Bentuk Objek Benda Mati dengan Cahaya dan Kamera

Hasil dari penerapkan desain batik dengan metode MeMe, terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mendisain batik. Siswa merasakan kemudahannya, karena ada yang ditiru sebagai dasar desainnya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi siswa untuk membuat perubahannya. Karya siswa menjadi unik dan menarik, karena merupakan hasil perpaduan desain batik yang dicontoh dengan kreativitas siswa dalam mencipta desan batik. Ditambah dengan teknik pewarnaan yang cocok, tentunya sesuai keinginan dan imaginasi siswa, ini kan menambah nilai karya seni yang indah. Seperti yang dikatakan Edy Tri Sulistyo (2005 :92), bahwa mencipta adalah merubah sesuatu yang bernilai baru. Siswa dapat merubah karya orang lain dan menjadi karya baru. Boleh saja dalam seni rupa meniru dan merubah untuk langkah menciptakan karya baru sebagai latihan kreatifitas dalam menggambar desain batik.

Baca juga:  Peningkatan Pembelajaran Passing Bawah melalui Bermain Net

Penerapan metode MeMe (Meniru dan Merubah) dalam mendisain batik, dapat meningkatkan kreatifitas dalam mencari ide atau gagasan sehingga menghasilkankan gambar desain batik yang unik dan indah. Metode ini dapat dicoba bagi guru yang siswanya kesulitan untuk mendisain gambar batik, meskipun sederhana tetapi sangat membantu. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Kledung, Temanggung. (pg1/zal)

Guru SMPN 2 Kledung, Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya