alexametrics

Fokus Belajar Hafalan Surat Pendek dengan Metode Demonstrasi

Oleh : Uzlifatul Janah S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnay secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih daripada karena pengajaran sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sedang pendidikan merupakan trasformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan dan kesadaran dan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian.
Menurut Athiya Abrasy, pendidikan islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, dan sempurna budi pekertinya. Pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesional dalam bekerja dan manis tuturnya.

Harapan penulis menerapkan pembelajaran dengan metode demostrasi di kelas IV SDN 02 Gebangkerep, materi hafalan surat Al-Fiil ataupun materi lainnya supaya siswanya pada setiap pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) berhasil dan nilai tuntas di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sehingga hasil belajar tercapai dan tahan lama tersimpan di memori otak siswa.

Baca juga:  Belajar Lebih Aktif dengan Make A Match pada Materi Keteladanan Rosul Ulul Azmi

Metode demonstrasi yaitu metode dimana pengajarannya menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu proses suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu. Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut, pertama, merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan. Kedua, mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan. Ketiga, alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal. Keempat, jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas. Kelima, menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan. Sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya. Keenam, memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi. Ketujuh, selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan, keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa, alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas, telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya. Kedelapan, menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.

Baca juga:  Tantangan Pembelajaran IPS Masa Pandemi Covid-19

Dengan metode ini para siswa bisa lebih aktif dalam sesuatu percobaan yang bersifat demontratif. Maka dengan itu, peserta didik akan memperoleh pengalaman yang melekat pada jiwanya yang dapat berguna dalam kecakapannya. Begitu pula perhatian peserta didik akan bisa terpusat kepada apa yang sedang didemonstrasikan. (ce2.1/ida)

Guru PAIBP SDN 02 Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya