alexametrics

Belajar Pola Bilangan melalui Quantum Learning

Oleh : Ridha Utami S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 masih menghantui semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran daring merupakan pilihan utama untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Guru dituntut menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, tanpa membebani siswa secara berlebihan. Beruntung kurikulum yang ada juga menyesuaikan, dengan adanya kurikulum darurat sebagai pilihan bagi guru.

Pembelajaran kuantum (quantum learning) menjadi pilihan bijak bagi guru, karena lebih bersifat humanistis. Potensi diri, kemampuan pikiran, daya motivasi dan sebagainya dari pembelajar dapat berkembang secara maksimal. Hadiah dan hukuman dipandang tidak ada, karena semua usaha yang dilakukan manusia patut dihargai. Kesalahan dipandang sebagai gejala manusiawi. Ini semua menunjukkan bahwa keseluruhan yang ada pada manusia dilihat dalam persepektif humanistis (Hamdayana Jumanta, 2014:71).

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat buat. Kealamiahan dan kewajaran menimbulkan suasana nyaman, segar, sehat, rileks, santai, dan menyenangkan. Guru tidak saja bertindak sebagai pembelajar, namun harus bisa menempatkan menjadi sahabat bagi siswa agar terjalin komunikasi yang baik dan humanistis dengan tetap menghargai perbedaan kemampuan siswa. Hal ini penting agar siswa tidak canggung dan berani menyampaikan pendapat baik secara daring di grup whatsapp (WA) maupun secara luar jaringan (luring).

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Metode Role Playing

TANDUR sebagai kerangka perencanaan pembelajaran model kuantum. TANDUR merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Kerangka pembelajarannya sebagai berikut, 1) Tumbuhkan, yakni sertakan mereka, pikat, dan puaskan keingintahuannya. Buatlah siswa tertarik tentang materi yang akan diajarkan. 2) Alami, yakni berikan pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui. 3) Namai, yakni berikan data tepat saat minat memuncak mengenalkan konsep-konsep pokok dari materi pelajaran. 4) Demonstrasikan, yakni berikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru sehingga bisa menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi. 5) Ulangi, yakni rekatkan gambaran keseluruhan. 6) Rayakan, yakni ingat jika layak dipelajari, maka layak untuk dirayakan.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Selama Pandemi dengan Google Suite for Education

Berikut cara belajar peta konsep kompetensi dasar (KD) menentukan pola barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek kelas VIII di SMPN 2 Ulujami secara klasikal saat pandemi Covid-19 dengan WA grup. Lakukan pemaparan materi dengan power point maupun video pembelajaran, tanya jawab dilakukan dengan grup WA mapel Matematika. Gambaran secara umum runtutan materi pola bilangan dengan quantum learning. Caranya, guru melakukan appersepsi dengan pertanyaan pada materi pola bilangan seperti penataan nomor alamat rumah, penataan nomor ruangan, penataan nomor kursi, dan lain-lain. Sajikan gambar yang menarik termasuk animasi, gunakan pertanyaan tentang cakupan materi pola bilangan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Sambil bertanya, guru mencoba mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep. Kemudian, perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstruktur. Sebelum dimulai, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas. Diskusi dilakukan dengan WA grup. Laporan tugas melalui WA, GCR atau luring. Guru bersama siswa menyimpulkan esensi materi pola bilangan. Ekspresikan keberhasilan belajar dengan emoticon yang baik dan hebat di grup untuk saling menyemangati. (pg1/ida)

Baca juga:  Guling Meningkatkan Pemahaman Belajar Bangun Ruang Campuran

Guru Matematika SMPN 2 Ulujami, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya