alexametrics

Metode Outdoor Mengoptimalkan Karakter Ingin Tahu bagi Peserta Didik

Oleh : Tri Suwarti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pasal 31 UUD 45 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Saat ini banyak cara untuk menyelenggarakan pendidikan baik melalui pendidikan formal, informal, dan nonformal. Menurut Moh. Suardi (2012: 1), pendidikan adalah sarana yang menumbuh-kembangkan potensi – potensi kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna.

Dalam proses pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah, guru memerlukan metode sebagai cara untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan jenis langkah-langkah yang dipilih dan digunakan dalam mengimplementasikan strategi (rencana yang sudah di susun) dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Proses pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, tentunya perlu skenario pembelajaran yang dikemas dengan tahapan yang mampu merangsang keaktifan peserta didik dalam usaha mencapai kompetensi yang harus dikuasai, berupa pemahaman terhadap kondisi lingkungan peserta didik. Konsep sumber bahan ajar dari lingkungan diartikan dalam pemahaman menarik kegiatan pembelajaran di dalam kelas (indoor) menjadi ke luar kelas (outdoor) dengan memanfaatkan sumber bahan ajar yang ada di lingkungan, kemudian peserta didik melakukan observasi secara langsung. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam proses pembelajaran di luar kelas. Secara umum, tahapan tersebut adalah: a) ice breaking, b) materi, c) evaluasi, d) sharing. Hal yang sangat penting ketika seorang pendidik mengajar di luar kelas di antaranya mampu menjadi fasilitator, teman belajar, pelatih, dan yang sangat penting menjadi motivator.

Baca juga:  Belajar Transformasi dengan Metode Resitasi

Metode outdoor study diharapkan akan mampu mempermudah proses penguasaan terhadap kompetensi yang akan dikuasai, karena aktifitas peserta didik langsung melakukan observasi di lapangan. Metode semacam ini akan memberikan tantangan supaya peserta didik semakin termotivasi dalam melakukan proses pembelajaran. Kegiatan ini sekaligus berbasis proyek yang hasil akhirnya peserta didik mampu menghasilkan suatu karya selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran outdoor study ini sudah dilakukan di sekolah kami sejak lama, khususnya pembelajaran dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, pada pembelajaran materi kelas tujuh. Banyak peserta didik yang belum mengerti atau paham dengan materi kelas tujuh, sehingga kami terdorong untuk melakukan pembelajaran dengan metode outdoor study dari rasa keingintahuan yang tinggi mengenai materi yang kami sampaikan. Dengan adanya pembelajaran outdoor study mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, mereka begitu bebas menikmati sehingga timbullah inspirasi untuk bertanya. Anak anak begitu semangatnya dalam pembelajaran tersebut, sehingga guru yang mengajar juga semangat karena keaktifan siswa yang begitu hebat.

Baca juga:  Diskusi Kelompok Mempermudah Memahami Materi Pelajaran

Metode Outdoor Learning atau sering juga disebut dengan Outing Class dapat mengaktifkan siswa sekaligus dapat belajar sambil bermain di luar kelas tanpa merasa bosan. Outdoor learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang memanfaatkan alam sebagai sumber belajar. Menurut Waite (2009: 9) dalam papernya menyatakan bahwa pembelajaran di luar ruangan benar-benar menjadi mode pembelajaran yang lebih terintegrasi di tahun-tahun awal, perlu ada kesesuaian yang erat antara tujuan pendidikan dan bagaimana keberhasilan dievaluasi. (bw2/ton)

Guru SMP Negeri 4 Ambarawa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya