alexametrics

Asyiknya Menulis Descriptive Text dengan Metode PWIM

Oleh : Inike Kusumawati,S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang penting di era sekarang. Ada empat komponen terpenting dalam mengajarkan bahasa Inggris yaitu berbicara (speaking), menulis (writing), mendengarkan (listening) dan membaca (reading). Penguasaan kompetensi Bahasa Inggris sebenarnya tidak hanya difokuskan pada keterampilan membaca tetapi juga harus diseimbangkan dengan keterampilan menulis.

Tarigan (2008: 15) menyatakan bahwa menulis adalah kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Sedangkan Nurgiyantoro (2008:273) juga menyampaikan hal yang senada bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu yang menghasilkan Bahasa.

Teks deskriptif adalah sebuah teks bahasa Inggris untuk menggambarkan seperti apa benda atau mahluk hidup yang kita deskripsikan, baik secara kenampakan, bau, suara, atau tekstur dari benda atau mahluk hidup tersebut. Teks deskriptif termasuk dalam jenis teks yang tidak terlalu sulit namun masih banyak kita jumpai siswa yang merasa kesulitan pada saat menulis karangan ini. Mereka menganggap bahwa ketrampilan menulis descriptive text dalam Bahasa Inggris sulit sekali. Demikian yang dialami siswa kami kelas VIII SMP N 2 Wonopringgo. Hal ini disebabkan karena kurangnya aspek kebahasaan (misalnya pemakaian kosa kata yang tepat, tata bahasa yang baik dan benar, penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar) yang harus dikuasai siswa.

Baca juga:  Pembelajaran Berbasis Praktikum dalam PJJ

Penulis berusaha mencari alternatif media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam menyajikan materi descriptive text dengan harapan dapat meningkatkan ketrampilan menulis siswa. Berawal dari keinginan mencari cara-cara kreatif, menarik dan menyenangkan untuk mengajar, lalu berjumpalah dengan metode PWIM (picture word inductive model).

PWIM dirancang oleh Calhoun. PWIM adalah proses yang difasilitasi guru, di mana anak-anak diarahkan oleh guru untuk menemukan kata-kata dari sebuah gambar, menambah jumlah kata dari hasil pengamatan dan menulis kosa kata mereka, merumuskan fonetis dan struktural prinsip, dan akhirnya menerapkan analisis observasi dan pemikiran logis untuk membaca dan menulis mereka.

Pembelajaran dimulai dengan guru membagikan gambar dan meminta siswa menuliskan kata benda sebanyak mungkin dari gambar yang mereka lihat. Misalnya fokus pada gambar adalah Syahrini. Siswa bisa menulis beberapa kata benda baik yang terlihat di dalam foto atau gambar maupun tidak. Siswa bisa menuliskan ‘bag, dress, hair, face, nose, skin, teeth, smile, body’, atau kata benda lain misalnya “ her husband, her parents, her daughter, dll”. Kemudian siswa diminta menuliskan kata sifat sebanyak mungkin yang menerangkan kata benda yang telah dituliskan sebelumnya, seperti ‘Beautiful, bright, tall, kindhearted, generous,rich, black,clever dan lain-lain. Siswa juga bisa menuliskan kata sifat yang muncul di dalam pikiran mereka setelah melihat gambar, meskipun kata sifat tersebut tidak menjelaskan gambar tersebut. Misalnya mereka mengingat judul lagunya, suaminya, atau albumnya, nada bicaranya, glamournya dan lain-lain. Kemudian siswa menuliskan frase benda seperti ‘long black hair, pointed nose, tall body, bright skin, succes singer dan lain-lain.

Baca juga:  Tingkatkan Penguasaan Kemampuan Mendengarkan Bahasa Inggris Melalui Audio-Visual

Setelah menuliskan frase benda, siswa akan lebih mudah menuliskan kalimat. Mereka bisa menulis ‘she has long black hair’, atau ‘She is kindhearted like her mother’, dan seterusnya sehingga siswa terbantu menyusun paragraf, kemudian teks. Siswa pun menjadi semangat dalam mengikuti pembelajaran. (pg1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Wonopringgo Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya