alexametrics

Problematika PJJ Daring Bahasa Indonesia Bagi Guru Kelas 1 SD

Oleh : Susmiarsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERUBAHAN pembelajaran mendadak dari tatap muka menjadi jarak jauh itu bisa memunculkan problematika. Problematika adalah sesuatu yang masih menimbulkan pendebatan ,masih menimbulkan sesuatu masalah yang harus dipecahkan (KBBI,2007). Adapun problematika pembelajaran guru kelas 1 SD, adalah kendala atau persoalan dalam proses belajar mengajar yang harus dipecahkan agar tercapai tujuan pembelajaran.

Pandemi Covid -19 di Indonesia mempengaruhi berbagai bidang kehidupan masyarakat, tak terkecuali bidang pendidikan. Untuk memutus rantai penyebaran virus itu di bidang pendidikan maka dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

PJJ dibedakan menjadi 2 yaitu dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). PJJ secara daring online menggunakan gawai (gadget) ataupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring.PJJ luring online menggunakan televisi,radio ,modul belajar mandiri ,lembar kerja siswa ,bahan ajar cetak,alat peraga dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar .

Baca juga:  Kalender Cerita Obat Galau PJJ Menulis Cerita Imajinasi

Dalam pelaksanaan PJJ satuan pendidikan dapat memilih daring atau luring atau kombinasi keduanya sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana .PJJ di tengan pandemic Covid – 19 masih memunculkan sejumlah problematika bagi guru kelas Sekolah Dasar.sebagai pengalaman penulis sebagai guru kelas 1 SD Negeri 03 Watukumpul Pemalang, dalam mengajar Bahasa Indonesia dalam KD “ mempraktikan Membaca Permulaan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) ditengan pandemi covid-19 ,masih memunculkan sejumlah problematika, baik terjadi dari guru (pendidik), peserta didik (siswa), maupun orang tua siswa.

Dari sisi guru (pendidik) , dalam hal ini penulis sendiri yang kebetulan mengajar guru kelas 1 SDN 03 Watukumpul Pemalang, merasa kesulitan mengelola pembelajaran, terutama mapel Bahasa Indonesia, kedua waktu pembelajaran kurang karena tidak memungkinkan sepanjang hari untuk belajar. ketiga, masih terbebani ketuntasan kurikulum yang harus di capai peserta didik. Keempat, kesulitan berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua, karena tidak semua peserta /orang tua mempunyai gadge. Kelima, masih ada beberapa peserta didik yang tidak mengumpulkan tugas sama sekali.

Baca juga:  Asyiknya Klasifikasi Makhluk Hidup melalui Pembelajaran TSFS dengan Diagram Roundhouse

Problematika yang dialami peserta didik siswa kelas 1 SDN 03 Watukumpul Pemalang adalah : PJJ belum ramah anak. Tugas tugas yang diberikan terlalu berat tanpa adanya pertimbangan guru. Tidak semua peserta didik mempunyai gadge akses internet diwilayah pedesaan.

Peserta didik lebih mempercayai google dibandingkan mencari pada buku belajar, sehingga terjadi kerumunan kemampuan siswa .peningkatan stress peserta didik akibat lock down berkepanjangan.
Orang tua mengalami problematika PJJ yang beragam. Pertama, orang tua siswa terbebani kuota internet untuk pjj ditengah perekonomian yang semakin sulit. Kedua, bagi orang tua yang sama sama bekerja di luar rumah, maka tidak memungkinkan mendampingi anaknya dalam pjj. Ketiga, tidak semua orang tua mampu membimbing dan memotivasi anaknya untuk belajar, karena tiba-tiba berperan sebagai pendidik di rumah. Keempat, banyak keluhan orang tua terutama ibu rumah tangga yang aktivitas ibu rumah tangganya terganggu sebab hapus mendampingi anak belajar.

Baca juga:  Cooperative Script Meningkatkan Keaktifan Siswa Mempelajari Nilai-nilai Pancasila

Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pendidik, peserta didik dan orang tua untuk mengatasi problematika di SD Negeri 03 Watukumpul Pemalang dalam pjj. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan pembelajaran bisa kembali normal,kembali ke pembelajaran tatap muka dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan pada era new normal. (pg1/zal)

Guru SDN 03 Watukumpul Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya