alexametrics

Memahami Makna Kandungan Surah Al-Ma’un dengan Metode Resitasi

Oleh : Nur Hayati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran memahami makna kandungan surah al-Ma’un di kelas V SDN 01 Kalimas menggunakan metode resitasi. Pemilihan penggunaan metode tersebut dikarenakan guru ingin memberi kebebasan kepada siswa yang belajar di rumah untuk dapat menyelesaikan tugas materi terkait, secara aktif baik secara individu maupun kelompok.

Menurut Nana Sudjana (2011: 81) tugas atau resitasi tidak sama dengan pelajaran rumah tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas dapat merangsang anak untuk lebih aktif belajar baik secara individual maupun kelompok. Senada dengan pendapat tersebut menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain, (2006:85) menyebutkan bahwa metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalah tugas yang diberikan siswa dapat dilakukan di kelas, di halaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, di bengkel, di rumah siswa atau dimana saja asal tugas itu dapat dikerjakan. Sedangkan menurut Dr. Zakiyah Daradjat, (2001: 298) metode resitasi adalah salah satu metode dalam proses belajar mengajar bilamana guru memberi tugas tertentu dan siswa mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru.

Baca juga:  Meningkatkan Kompetensi dan Minat Bahasa Jepang melalui Shodo

Kelebihan metode resitasi menurut Mulyani: (a) Dapat membuat siswa aktif belajar. (b) Merangsang siswa untuk lebih banyak, baik waktu dikelas maupun diluar kelas atau dengan lain, baik siswa dekat dengan guru maupun jauh dengan guru. (c) Dapat menggembangkan kemandirian siswa. (d) Tugas lebih meyakinkan tentang apa yang akan dipelajari dari guru, lebih memperdalam tentang apa yang dipelajari. (e) Membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengelola sendiri informasi dan komunikasi. (f) Siswa bergairah dalam belajar karena tidak membosankan. (g) Membina tanggung jawab dan disiplin siswa. (h) Mengembangkan kreatifitas siswa. Namun metode resitasi juga mempunyai kekurangan, antara lain: (1) Siswa sulit di kontrol. (2) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.

Baca juga:  Metode Problem Solving Meningkatkan Hasil Belajar Administrasi Umum

Tahapan pembelajaran dengan menggunakan metode resitasi menurut Nana Sudjana (1996: 82) sebagai berikut: a. Fase Pemberian Tugas , meliputi: 1) Tujuan yang akan dicapai. 2) Jenis tugas yang jelas dan tepat yang ditugaskan tersebut. 3) Sesuai dengan kemampuan siswa. 4) Ada petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa. 5) Sediakan waktu yang cukup b. Fase Pelaksanaan Tugas, meliputi: 1) Diberikan bimbingan atau pengawasan oleh guru. 2) Diberikan dorongan sehingga anak mau belajar. 3) Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain. 4) Dianjurkan agar siswa mencatat hasil yang diperoleh dengan baik dan sistematik. c. Fase Mempertanggung jawabkan, meliputi: Tugas Siswa mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya (resitasinya).

Baca juga:  Melalui Mind Mapping Memahami Ciri-ciri Pubertas Anak

Tahapan pembelajaran memahami surah al-Ma’un menggunakan metode resitasi di SDN 01 Kalimas, sebagai berikut: (1) Tahap pemberian tugas, guru memberikan penjelasan batasan materi yang akan ditugaskan pada siswa disesuaikan dengan kemampuan siswa. (2) Tahap pelaksanaan, guru memberikan bimbingan dan motivasi agar siswa mau mengerjakan tugasnya sendiri bukan dikerjakan orang lain dan siswa mencatat hasil tugasnya. (3) Tahap mempertanggung jawabkan tugas, tahapan ini siswa menyerahkan hasil tugasnya kepada guru.

Kegiatan pembelajaran materi PABP di SDN 01 Kalimas menggunakan metode resitasi dapat meningkatkan hasil belajar dan membuat siswa lebih aktif dan kreatif dalam mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. (pg1/ton)

Guru PAI SDN 01 Kalimas -Randudongkal -Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya