alexametrics

Aplikasi WA, Google Form dan Blog Atasi Pembelajaran Matematika Masa Corona

Oleh : Turakh Muningsih, S.Pd. SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 belum berakhir. Masyarakat masih merasakan imbas di beberapa sektor, dari ekonomi sosial budaya sampai pendidikan. Selama ini pembelajaran berlangsung dalam jaringan (daring) dari rumah. Siswa sudah bosan dan merasa terbelenggu guru juga mulai jenuh. Namun guru juga harus tetap memberikan ilmu kepada siswa, meski lewat pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Kini guru dituntut mengembangkan inovasi dan kreativitas agar siswa tidak cepat bosan dan lelah dalam pembelajaran daring. Penulis sebagai guru kelas pada SD Negeri 02 Majalangu Kecamatan Watukumpul – Pemalang, di waktu memberikan pembelajaran Matematika dalam KD Menghitung Luas Daerah Segiempat, berusaha memilih PJJ yang bersifat efektif, efisien dan mudah diakses siswa. Pembelajaran menggunakan antara lain aplikasi grup Whatsapp, Google Form dan Blog.

Baca juga:  Asyik Belajar Konsep Ekonomi Kreatif dengan Menyusun Business Plan Sederhana

Hermawan (2009) menyatakan penggunaan media sosial Whatsapp dapat menciptakan forum antarindividu dapat berkomunikasi dan bertukar pikiran. Grup Whatsapp untuk menghubungi siswa dan wali murid terutama yang berkait dengan pembelajaran Matematika dan pemberian informasi, tugas dari guru dan informasi sekolah, sehingga lebih cepat mereka terima, jadi PJJ berjalan lancar karena ada sinergi antara siswa, guru, wali kelas dan wali murid.

Google form adalah bagian dari Google Doc, aplikasi rintisan untuk membuat, mengedit dan menyimpan dokumen. Formulir dalam Google Form secara otomatis tersimpan di Google Drive dan mudah dibagikan kepada siapa saja. Guru kelas dalam hal ini penulis yang mengajar Matematika di SD Negeri 02 Majalangu Watukumpul Pemalang dalam mengajar KD Luas Daerah Segiempat, tidak perlu membuat soal evaluasi dalam beberapa paket, karena Google secara otomatis mengacak urutan soal dan opsi jawaban untuk soal pilihan ganda dan isian singkat. Google Form dapat mengoreksi jawaban siswa secara otomatis dan siswa dapat mengetahui nilai hasil evaluasi pembelajaran Matematika setelah selesai mengerjakannya.

Baca juga:  Problem Solving Atasi Hasil Belajar yang Miring

Penulis sebagai guru kelas SD Negeri 02 Majalangu Watukumpul Pemalang memakai aplikasi Google Form untuk dua hal. Pertama, membuat presensi siswa, siswa dapat langsung membuat link wali kelas, kemudian mengisi link itu setiap hari, kecuali hari libur. Kedua, membuat materi pembelajaran Matematika dalam KD menghitung Luas Daerah Segiempat dan tugas dapat memasukan vidio materi pembelajaran, ringkasan materi pembelajaran, Power Point, latihan soal dan ulangan harian.

Guru dan siswa dapat memanfaatkan blog, salah satu layanan aplikasi internal, sebagai sumber belajar tidak terbatas. Guru Matematika dapat mengunggah semua informasi yang berkait dengan materi pembelajaran dengan menambahkan multimedia (gambar, animasi, efek suara, dan video ) agar menarik dan lebih mudah dipelajari oleh siswa untuk menunjang pendidikan, sebaiknya membuat blog yang bermutu dan menarik agar siswa memperoleh informasi yang bermanfaat. SD Negeri 02 Majalangu Watukumpul Pemalang, menggunakan Blog hanya untuk membagi materi dan soal kepada siswa selama pembelajaran dan ulangan baik harian maupun tes bersama (PAS).

Baca juga:  Usir Kebosanan Siswa dalam Pembelajaran dengan TTS

Dengan berbagai kelebihan Google Form dan Blog, fitur itu sangat membantu guru dan siswa tetap berhubung, walau tidak bertemu secara langsung. Guru dapat membuat materi dan siswa dapat mengakses melalui gawai masing-masing di mana saja dan kapan saja.(pg1/ton)

Guru Kelas SD Negeri 02 Majalangu, Watukumpul, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya