alexametrics

Mudah Belajar Introducing Oneself dengan Identity Circles

Oleh : Ana Rahmawati Ningsih S.Pd M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, INTRODUCING Oneself atau perkenalan diri merupakan materi pembelajaran yang dapat memperlancar praktik berbicara siswa kelas 7 pada awal semester 1. Siswa biasanya melakukan perkenalan sederhana dengan siswa lain. Mulai dari perkenalan nama, alamat tinggal, sekolah asal, umur, hobi, dan lain sebagainya. Tapi, sebagian besar siswa merasa kurang percaya diri dalam menyampaikan perkenalan diri. Siswa masih malu-malu. Selain itu, bagi siswa kelas 7 menghasilkan kosakata-kosakata bahasa Inggris melalui ucapan adalah hal yang paling berat. Siswa masih terbatas dalam penguasaan kosakata. Mengingat kosakata-kosakata bahasa Inggris berbeda dengan kosakata-kosakata bahasa Indonesia maupun Jawa, yang siswa gunakan dalam percakapan sehari-hari. Penyusunan pola kalimat juga menjadi kendala bagi siswa. Siswa takut ketika siswa tidak dapat menyusun pola kalimat dengan benar akan menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi dan mendapatkan nilai yang kurang memuaskan dalam penilaian.

Baca juga:  Edutainment Video/Film Inspiratif Tingkatkan Hasil Belajar IPS dan Nilai Karakter Peserta Didik

Cara mengajar guru yang masih meminta siswa untuk menghafalkan kalimat-kalimat perkenalan diri yang ada dalam buku teks, menambah kendala dalam proses pembelajaran. Siswa merasa terbebani dengan metode menghafal tersebut. Siswa menjadi tidak kreatif. Melchor Bernardo dalam artikelnya yang berjudul 30 Get to Know You Games for Kids memperkenalkan sebuah teknik. Teknik permainan dalam pembelajaran. Teknik tersebut adalah Identity Circles. Sebuah teknik pembelajaran yang bertujuan agar siswa dapat memperkenalkan diri melalui sebuah permainan. Perkenalan diri versi siswa, tanpa keluar dari pola kalimat yang sebenarnya.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan teknik Identity Circles, pertama, guru meminta siswa duduk melingkar dan saling berhadapan. Ini tergantung jumlah siswa dalam satu kelas. Apabila kelas besar, guru dapat membagi mereka dalam dua lingkaran. Tapi, jika kelas kecil, guru dapat membentuk satu lingkaran saja.
Kedua, guru menyiapkan kertas-kertas kecil. Setiap siswa memegang 10 kertas. Itu jumlah minimal kertas. Melalui kertas-kertas ini, siswa menuliskan 10 hal yang akan siswa gunakan dalam perkenalan diri. Contoh, NAME, DATE OF BIRTH, PLACE OF BIRTH, AGE, HOBBY, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Pendekatan Keterampilan Proses pada Materi Perkembangbiakan Vegetatif Alami Tumbuhan

Ketiga, siswa secara berpasangan berdiskusi. Mereka mendiskusikan hal apa yang akan siswa perkenalkan terlebih dahulu. Apabila siswa akan memperkenalkan nama, maka kertas yang bertuliskan NAME akan dirobek. Kemudian, kertas robekan tadi diputar. Siswa memberikan robekan kertas itu pada siswa lain. Siswa tersebut sebagai pasangan baru. Siswa yang memiliki robekan kertas itu akan memperkenalkan diri kepada pasangan baru.

Keempat, langkah yang sama dilakukan oleh siswa lain. Dengan mendiskusikan kertas mana lagi yang akan dirobek. Begitu seterusnya sampai kertas-kertas habis dirobek. Waktu pelaksanaan tergantung atas kebijakan guru. Siswa dapat berkenalan satu per satu dengan merobek kertas. Atau siswa tidak merobek semua kertas perkenalan diri. Teknik Identity Circles sudah diterapkan pada kelas 7 semester 1 di SMP Negeri 3 Patebon. Dengan menggunakan teknik ini dalam materi pembelajaran Introducing Oneself, siswa dapat percaya diri ketika siswa memperkenalkan diri di hadapan siswa lain. Siswa juga kreatif dalam menyusun kalimat-kalimat bahasa Inggris. Penilaian berbicara pada materi ini meningkat daripada menggunakan teknik pembelajaran sebelumnya. (ti1/ida)

Baca juga:  Membentuk Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Spiritual dan Sosial

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya