alexametrics

Layanan Bimbingan Kelompok di Masa Pandemi

Oleh : Oyinah, S.Psi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid -19, penyelenggaraan pendidikan dan proses kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh, sesuai Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Dalam surat edaran tersebut pemerintah memperkenalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan istilah belajar dari rumah (BDR) yang dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) ataupun blended learning dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Dengan adanya PJJ peserta didik diharapkan masih bisa belajar sesuai tuntutan undang-undang dengan tetap berupaya menurangi penyebaran Covid-19. Pada pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar dalam satuan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari peran bimbinan dan konseling. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, mengamanatkan bahwa bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan. Yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Dan layanan bimbingan konseling terbagi dalam 4 komponen utama: dasar, responsif, peminatan dan perencanaan individual, serta dukungan sistem.

Baca juga:  Tingkatkan Literasi Digital dengan Pembelajaran Multiliterasi

Dalam pelaksanaannya proses bimbingan dan konseling diawali dengan pengumpulan data kebutuhan layanan (need assesment) sebagai dasar pemberian layanan. Hasil angket kebutuhan layanan antara lain, diperoleh data bahwa sebagian siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 1 Kutasari, yang secara nilai mereka punya potensi untuk ikut SNMPTN masih bingung tentang cita cita dan dan jurusan yang mereka minati.

Menindaklanjuti keadaan tersebut maka guru BK SMAN 1 Kutasari memberikan layanan bidang belajar dan karir dengan bimbingan kelompok layanan bimbingan kelompok yang diberikan bermaksud memberi ruang kepada peserta didik yang mempunyai kebutuhan akan informasi yang sama agar bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Bisa saling berdiskusi dan saling bertukar informasi.

Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli. Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan topik-topik umum yang sedang tren, baik topik yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan topik sosial. Bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan (bimbingan) kepada individu melalui kegiatan kelompok (Tohirin 2007:164).

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Card Short Tingkatkan Hasil Belajar PPKn

Dalam layanan bimbingan kelompok aktivitas dan dinamika kelompok harus diwujudkan untuk membahas berbagai hal yan berguna bagi pengembangan atau pemecahan masalah individu anggota kelompok.

Dalam proses pembelajaran jarak jauh yang sampai saat ini masih berlangsung, pelayanan bimbingan konseling di berikan secara daring, yaitu dengan membuat grup WhatsApp baik dalam grup klasikal maupun grup khusus. Untuk layanan bimbingan kelompok bidang karir ini, guru BK membuat grup kecil yang terdiri dari peserta didik yang mempunyai permasalahan yang sama. Di antara permasalahan yang dialami adalah berminat mengikuti seleksi SNMPTN tapi masih bingung dengan persyaratan dan jurusan yang sesuai buat mereka.
Dalam layanan bimbingan kelompok melalui grup WhatsApp yang dibentuk guru BK, peserta di berikan materi umum tentang SNMPTN, dan anggota grup juga bebas memberikan info yang berhubungan dengan SNMPTN, fakultas, jurusan serta perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia.

Baca juga:  Strategi Language Learning pada Kelas Rendah di Sekolah Dasar

Grup WhatsApp yang dibentuk sebagai media bimbingan kelompok juga berfungsi sebagai wadah berdiskusi dan saling memberi masukan antaranggota dalam menanalisis potensi diri anggota peserta hal tersebut merupakan suatu cara agar peserta menemukan potensi dirinya selain dari dirinya sendiri.

Setelah melaksanakan proses bimbingan kelompok kemudian guru BK melakukan evaluasi kepada angota kelompok dengan melakukan penilaian tentang sejauh mana pemahaman mereka tentang SNMPTN, kesiapan dan rencana jurusan dan universitas yan akan mereka ambil. Dan dari hasil penilaian proses beberapa anggota kelompok sudah mulai memahami materi tentang SNMPTN dan sudah punya ambaran tntang jurusan yang sesuai dengan potensi dan minatnya. (btj2.2/lis)

Guru BK SMA Negeri 1 Kutasari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya