alexametrics

Gawai (Whatsapp) Pada Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Oleh: Tajun Kurniawan, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERUBAHAN pola pembelajaran mengikuti berkembangnya teknologi selalu menjadi tantangan bagi para pendidik. Digitalisasi komponen pembelajaran harus siap diterima, diserap dan di aplikasikannya kedalam proses pembelajaran. Munculnya wabah covid 19 menambah tekanan yang lebih kepada para pendidik untuk segera beralih moda pembelajarannya, dari sistem manual ke sistem digital. Pembelajaran yang dilaksanakan secara terpisah jarak atau sering di sebut pembelajaran jarak jauh meski diterapkan sesegera mungkin dan tidak dapat di tolak. Para pendidik sudah saatnya di paksa untuk “melek IT”, artinya mengetahui, memahami dan mampu mengaplikasikannya kedalam proses pembelajaran.

Pemanfaatan media tekonologi diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan proses pembelajaran. Miarso (2004) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Munadi (2008:7) menambahkan bahwa media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Baca juga:  Penggunaan RME untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Salah satu aplikasi paling sederhana yang ditawarkan dalam gawai adalah WhatsApp messenger atau WhatsApp (WA). WhatsApp menyajikan dua jalur yaitu pribadi dan grup. Fitur-fitur yang disediakan pun cukup lengkap diantaranya foto, video, gambar, voicenote. Kelengkapan fitur tersebut memudahkan pendidik mengeksplorasi proses pembelajaran dengan maksimal. Penulis sekaligus guru SDN 01 Bubak Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan menerapkan media WhatsApp sebagai media pembelajaran di kelas enam yaitu materi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Mekanisme penggunaan media WhatsApp dalam pembelajaran daring sangat sederhana. Guru memberikan materi pembelajaran dan tugas siswa yang dibagikan melalui grup WhatsApp orang tua, karena siswa sekolah dasar masih sangat perlu bimbingan orang tua. Materi dan tugas yang diberikan disesuaikan dengan jadwal hari itu. Kemudian, siswa diberi waktu untuk mengerjakan dan melaporkan hasilnya dengan mengirimkan pekerjaannya melalui WhatsApp secara pribadi kepada pendidik masing-masing. Pendidik memberikan waktu hingga pukul 21.00 sebagai bentuk disiplin waktu. Pemantauan terus dilaksanakan oleh pendidik sebagai bentuk pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pendidik harus selalu responsif kepada semua pertanyaan yang muncul dari nomer gawai siswa. Pengumpulan tugas siswa dapat dilaksanakan sesuai dengan criteria yang diberikan. Tugas yang berbentuk tayangan video dapat disampaikan dengan mengirimkan rekaman video tugasnya. Kemudian kriteria tugas yang berbentuk membaca, menjelaskan dan hafalan, dapat disampaikan dengan mengirimkan Voice Note. Beberapa tugas yang dibutuhkan dalam bentuk foto, siswa mengambil foto lewat gawainya dan mengirimkan dalam bentuk foto.

Baca juga:  Pembelajaran Blended Learning Solusi di Masa Pandemi

Penyampaian proses pembelajaran melalui media gawai dengan aplikasi WhatsApp sangat mempermudah kelas penulis dalam proses pembelajaran. Penggunaan media tersebut mempermudah keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan prosentasi kehadiran siswa. (ti3/zal)

Guru SDN 01 Bubak, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya